Kehilangan Istri dan Tak Bisa Mencari Nafkah, Aku Berjuang Demi Anakku yang Sakit Ginjal
Rp 275.000 dari Rp 1.460.000
Penggalang Dana
Penerima Donasi
“Di tengah kesulitan memikirkan biaya perawatan anakku yang sakit, penderitaanku terasa semakin berat karena istriku meninggal dunia. Semasa hidup, istriku lebih banyak memikirkan anak kami yang sakit sampai mengesampingkan kesehatannya sendiri hingga terkena lambung kronis.”

“Kehilangannya menjadi luka yang tak mudah aku sembuhkan. Aku kehilangan sosok yang menjadi teman berbagi teman dalam membesarkan dan merawat anak kami selama ini. Anakku juga kehilangan sosok Ibu yang sangat mencintainya. Kini, aku tetap harus berjuang sendiri merawat anak, yang mana itu membatasiku dalam mencari nafkah.” -Abdul Rohman, Orang tua Abdul-

Abdul Malik Pratama (6 thn), merupakan anakku yang sudah 4 tahun berjuang melawan penyakit mengerikan. Ia tidak bisa banyak bergerak dan kelelahan. Ia harus membatasi konsumsi gula, menghindari makanan tinggi garam, hingga makanan instan.

Hingga saat ini, anakku masih harus kontrol rutin ke rumah sakit. Namun, aku sendiri sekarang berjalan tertatih-tatih akibat mengalami saraf kejepit. Kondisiku tentu membuatku kesulitan mencari nafkah, karena bekerja sebagai pengemudi ojek online membutuhkan kekuatan fisik.

Akibat tidak ada penghasilan yang masuk sama sekali, aku akhirnya menjual motor yang selama ini menjadi satu-satunya penghasilan utamaku. Semua demi pengobatan anakku yang tidak bisa berhenti dan kebutuhan sehari-hari yang terus berjalan.

Rasa sakit yang dialami anakku bermula saat usianya 2 tahun, aku melihat kakinya mulai membengkak. Meski sudah aku bawa ke puskesmas, tapi kondisinya terus mengkhawatirkan hingga seluruh tubuhnya ikutan bengkak.

Akhirnya, setelah aku membawanya ke rumah sakit yang lebih besar, ternyata anakku didiagnosa mengalami gangguan ginjal. Perjuangan anakku pun dimulai, aku yang semula ingin melihat anakku sehat harus belajar menghadapi kenyataan bahwa penyakit ini bisa kembali kambuh dan butuh perhatian setiap waktu.

Anakku sudah menjalani tindakan medis hingga 7 kali. Setiap penyakit itu mulai kambuh, tubuhnya akan kembali membengkak, lemas dan nafsu makannya menurun. Setiap kali melihat tubuhnya melemah, pikiranku langsung dipenuhi kecemasan. Aku takut ketika Ia harus perawatan, akan ada biaya besar yang harus dipersiapkan.

Namun, anakku justru mengajarkanku arti keberanian. Ia tidak pernah mengeluh setiap menjalani tindakan medis, yang seharusnya hal itu menakutkan bagi anak seusianya. Ia juga sering tersenyum, membuatku merasa mendapatkan kekuatan baru untuk terus memperjuangkan kesembuhannya.
Aku berharap anakku bisa sembuh, aku ingin melihat Ia kelak mewujudkan cita-citanya menjadi pemain bola. Namun, aku kesulitan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak ditanggung BPJS, dan kebutuhan lainnya.
#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp 100.000 saja, kita bisa jadi alasan Abdul tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Abdul!

-
Pencairan Dana Rp 234.550
Ke rekening ****000051 a/n Abdul Rohman
Untuk membeli susu, minyak telon, obat yang perlu di beli karena habis dan keperluan kontrol tgl 26 Oktober hari Senin.2026-10-22 10:53:12
Fundraiser
Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!
Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.
Bantu Campaign Lainnya
Bantu Jantung Gavin Bocor
Gilang Ramadhans
Rp 0
39 hari lagi
Tangan dan Jantungnya Memiliki Kelainan. Shabina Butuh Bantuan Pengobatan
Agus setiawan
Rp 17.282.001
46 hari lagi
Banjir Aceh Memutus Akses Berobat, Istriku Drop Berjuang Melawan Kanker
Hairulsyah
Rp 1.210.001
1 hari lagi
Tak Pernah Kubayangkan, Kedua Anakku Harus Berjuang Melawan Penyakit yang Sama
Nahda kamilatussyifa
Rp 1.411.001
5 hari lagi
"Dosa Apa yang Kulakukan?" Tangis Ibu Saat Tahu Anaknya Mengidap Penyakit Jantung Bawaan
Fitriatul Khasanah
Rp 948.000
383 hari lagi
