Hari Penuh Derita Zea yang Alami Gangguan Empedu, Autoimun Hingga Jantung Bocor
Rp 2.208.000 dari Rp 21.120.000
Penggalang Dana
Penerima Donasi
“Hari-hari anakku penuh derita! Penyakit itu menimbulkan ruam merah yang menyebar hingga ke area kemaluannya. Satu per satu kukunya copot, kepalanya dipenuhi kerak, perutnya terus membengkak, telinganya mengeluarkan cairan, bahkan mimisan tak henti-henti datang. Hatiku turut hancur.”

“Di saat bersamaan, aku harus terus berjuang demi kesembuhannya. Pernah ada masa aku tidak memiliki uang sepeser pun, bahkan hanya untuk membeli air minum. Aku nekat berjalan kaki menuju rumah sakit dengan langkah gemetar dan tubuh lemas karena belum makan. Tak peduli seberapa sakit tubuhku, apapun aku lakukan asalkan anakku bisa selamat.” -Amelia, Orang tua Zea-

Bagai petir di siang bolong, aku begitu terkejut ketika mendapati anakku, Zea Shakyla Al Hadrawi (23 bln), tiba-tiba sesak napas hebat. Saat itu, aku curiga apakah Ia mengalami infeksi paru-paru? Dengan hati panik, aku membawa anakku ke IGD rumah sakit.

Ternyata sesuai dugaanku, dokter juga mengatakan anakku punya masalah paru-paru. Namun, meski sudah minum obat, kondisi anakku justru semakin memburuk. Anakku mengalami demam, ruam merah muncul di hampir seluruh tubuh hingga menjalar ke area matanya. Ia tak mau makan maupun minum, hanya bisa menangis lemah menahan

Saat dokter memeriksanya, tangisan histeris Zea membuat dadaku terasa sesak. Semakin berdegup kencang jantungku, mendengar hasil pemeriksaan menunjukkan anakku mengalami penyumbatan saluran empedu, autoimun, hingga jantung bocor sekaligus.

Berbagai tindakan medis harus dijalani anakku, mulai dari biopsi hati, biopsi kulit, MRCP, hingga minum obat rutin setiap hari. Namun di tengah semua perjuangan itu, dokter menyampaikan Zea harus menjalani cangkok hati jika tidak ingin kehilangan nyawanya.Tubuhku langsung lemas, rasanya seperti kehilangan kekuatan untuk berdiri.

Sejak saat itu, rumah sakit seakan menjadi rumah kedua bagi anakku. Hampir setiap bulan Zea harus opname, dan setiap minggu kami harus bolak-balik kontrol. Demi pengobatannya, aku sudah menjual barang berharga hingga telepon genggam yang kami miliki. Tak ada yang lebih penting bagiku selain melihat anakku bertahan hidup.

Suamiku hanya bekerja sebagai pengemudi ojek online, penghasilannya terbatas. Sementara itu, anakku masih membutuhkan biaya untuk persiapan cangkok hati, transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak ditanggung BPJS, dan kebutuhan lainnya.

Suamiku hanya seorang pengemudi ojek online dengan penghasilan yang tidak menentu. Sementara kebutuhan pengobatan Zea terus berjalan, mulai dari persiapan cangkok hati, biaya transportasi ke rumah sakit, hingga kebutuhan sehari-hari selama pengobatan.
#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Zea tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Zea!

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana
Fundraiser
Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!
Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.
Bantu Campaign Lainnya
Alami Kelainan Kelamin, Devanka Belum Bisa Dinyatakan Laki-laki atau Perempuan!
Rinda Ardianti Fuzzari Putri
Rp 1.445.000
10 hari lagi
Terkendala Biaya, Anakku Harus Operasi Jantung Segera.
Anisatul mufidah
Rp 48.526.033
44 hari lagi
Perjuangan dari Papua ke Jakarta, Elisius Jalani 4 Kali Operasi demi Sembuh dari Kelainan Usus
Ika setianingrum
Rp 13.339.000
67 hari lagi
Setiap Perjalanan ke Rumah Sakit Adalah Pertaruhan Nyawa Yara
Nia kurniawati
Rp 620.000
89 hari lagi
Usai Mendonorkan Sebelah Ginjal Pada Anak, Ibu Inwaningsih Didiagnosa Kanker Rahim!
Inwaningsih
Rp 1.951.000
6 hari lagi
