Benihbaik_2026-05-25_17796804246a13c4a8a8ad2.jpeg
Anak

Hari Penuh Derita Zea yang Alami Gangguan Empedu, Autoimun Hingga Jantung Bocor

Rp 10.000 dari Rp 21.120.000

91 hari lagi

Penerima Donasi

anon
zea shakyla al hadrawi Identitas terverifikasi user
anon
Rekening Penerima Rekening Penerima terverifikasi user
anon
Lokasi Kota Surabaya

“Hari-hari anakku penuh derita! Penyakit itu menimbulkan ruam merah yang menyebar hingga ke area kemaluannya. Satu per satu kukunya copot, kepalanya dipenuhi kerak, perutnya terus membengkak, telinganya mengeluarkan cairan, bahkan mimisan tak henti-henti datang. Hatiku turut hancur.”

“Di saat bersamaan, aku harus terus berjuang demi kesembuhannya. Pernah ada masa aku tidak memiliki uang sepeser pun, bahkan hanya untuk membeli air minum. Aku nekat berjalan kaki menuju rumah sakit dengan langkah gemetar dan tubuh lemas karena belum makan. Tak peduli seberapa sakit tubuhku, apapun aku lakukan asalkan anakku bisa selamat.” -Amelia, Orang tua Zea-

Bagai petir di siang bolong, aku begitu terkejut ketika mendapati anakku, Zea Shakyla Al Hadrawi (23 bln), tiba-tiba sesak napas hebat. Saat itu, aku curiga apakah Ia mengalami infeksi paru-paru? Dengan hati panik, aku membawa anakku ke IGD rumah sakit.

Ternyata sesuai dugaanku, dokter juga mengatakan anakku punya masalah paru-paru. Namun, meski sudah minum obat, kondisi anakku justru semakin memburuk. Anakku mengalami demam, ruam merah muncul di hampir seluruh tubuh hingga menjalar ke area matanya. Ia tak mau makan maupun minum, hanya bisa menangis lemah menahan 

Saat dokter memeriksanya, tangisan histeris Zea membuat dadaku terasa sesak. Semakin berdegup kencang jantungku, mendengar hasil pemeriksaan menunjukkan anakku mengalami penyumbatan saluran empedu, autoimun, hingga jantung bocor sekaligus.

Berbagai tindakan medis harus dijalani anakku, mulai dari biopsi hati, biopsi kulit, MRCP, hingga minum obat rutin setiap hari. Namun di tengah semua perjuangan itu, dokter menyampaikan Zea harus menjalani cangkok hati jika tidak ingin kehilangan nyawanya.Tubuhku langsung lemas, rasanya seperti kehilangan kekuatan untuk berdiri.

Sejak saat itu, rumah sakit seakan menjadi rumah kedua bagi anakku. Hampir setiap bulan Zea harus opname, dan setiap minggu kami harus bolak-balik kontrol. Demi pengobatannya, aku sudah menjual barang berharga hingga telepon genggam yang kami miliki. Tak ada yang lebih penting bagiku selain melihat anakku bertahan hidup.

Suamiku hanya bekerja sebagai pengemudi ojek online, penghasilannya terbatas. Sementara itu, anakku masih membutuhkan biaya untuk persiapan cangkok hati, transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak ditanggung BPJS, dan kebutuhan lainnya. 

Suamiku hanya seorang pengemudi ojek online dengan penghasilan yang tidak menentu. Sementara kebutuhan pengobatan Zea terus berjalan, mulai dari persiapan cangkok hati, biaya transportasi ke rumah sakit, hingga kebutuhan sehari-hari selama pengobatan.

#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Zea tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Zea!  



pak

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana

Fundraiser

gamber-fundraiser

Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!

Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.

Jadi Fundraiser

Bantu Campaign Lainnya