Pernah Terbaring Koma Selama 12 Malam, Zoya Masih Berjuang dengan Jantung Bocor
Rp 520.000 dari Rp 30.378.000
Penggalang Dana
Penerima Donasi
“Setiap kali anakku menunjuk dadanya sambil berkata “sakit,” hatiku terasa sesak. Di usianya yang belum genap 3 tahun, anakku sudah tahu bagian tubuh mana yang sering membuatnya kesakitan.Ia juga sudah tahu, ketika batuknya datang, Ia akan segera cemas akan napasnya.”

“Pernah ada 12 malam yang tak pernah aku lupakan, anakku mengalami kondisi koma. Aku hanya bisa menunggu di sisinya sambil berdoa agar keajaiban datang dan anakku membuka matanya. Dan syukurlah, tangisku berubah menjadi kelegaan Tuhan mengabulkan doaku. Anakku pulih, meski perjuangan masih sangat panjang.” -Muslida, Orang tua Zoya-

Tak pernah terpikirkan sebelumnya, aku akan melewati malam-malam dengan hanya memandangi tubuh anakku, Cut Zoya Nazira Fhona (2 thn), yang terbaring lemah. Ketika melihat anak seusianya berlari dan tertawa bebas, aku hanya bisa menyimpan keinginan sederhana, aku ingin anakku juga bisa seperti mereka.

Saat usia 10 bulan semuanya dimulai, anakku mengalami demam, batuk dan sesak napas yang berat. Kondisinya terus menurun hingga aku membawanya ke rumah sakit. Ternyata, anakku mengalami jantung bocor disertai infeksi paru-paru. Dokter menyarankan anakku melanjutkan pengobatan ke Jakarta.

Namun, biaya transportasi dari tempat tinggalku di Banda Aceh ke rumah sakit di Jakarta sangat besar. Suamiku hanyalah kuli bangunan dengan penghasilan terbatas. Aku memutuskan untuk menunda pengobatan anakku sambil terus berupaya mengumpulkan uang agar bisa membawa anakku ke Jakarta.

Rumah, motor, dan barang-barang berharga harus aku jual demi memastikan penobatan anakku tetap berjalan. Bahkan pernah ada masa ketika beras di rumah sampai habis karena uang yang kami miliki harus lebih dulu digunakan untuk kebutuhan pengobatan anak.

Hampir dua tahun aku berjuang, akhirnya aku memberanikan membawa anakku ke Jakarta. Ia akhirnya menjalani kateterisasi jantung. Kebocoran di jantungnya hingga 7-8 mm, kondisi itu membuatnya membutuhkan pembedahan jantung.

Sejak itu, selama di rumah, aku harus mempersiapkan alat bantu napas untuk berjaga-jaga jika napasnya terlalu berat. Aku tidak hanya menjadi ibu yang menemani anak berobat, tapi juga mencari cara agar besok ada biaya untuk anakku berobat lagi.

Aku sampai bekerja sebagai buruh cuci untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Tapi penghasilanku masih sangat jauh untuk memenuhi kebutuhan transportasi anakku ke rumah sakit, obat yang tidak ditanggung BPJS, biaya hidup selama di Jakarta, dan kebutuhan lainnya.
#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp 100.000 saja, kita bisa jadi alasan Zoya tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Zoya!

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana
Fundraiser
Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!
Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.
Bantu Campaign Lainnya
Penyempitan Saluran Napasnya menutup Nyaris 99%, Azzurah Tetap bertahan dari Sakit Jantung
Fekrelian Rante mia
Rp 15.366.000
4 hari lagi
Operasi Tak Mengakhiri Derita Daffasya, Anakku Bisa Terancam Transplantasi Hati
Septi Permatasari
Rp 1.226.000
28 hari lagi
Silvia Kecil Ingin Menyerah karena Patah Tulang dan TB Tulang, Ibunya Berjuang Agar Sembuh
Yulianti
Rp 730.000
57 hari lagi
Tangisan Fauzi Adalah Harapanku, Aku Harus Berjuang Merawat Fauzi yang Infeksi TB Otak
Nur Solihat
Rp 5.771.008
64 hari lagi
Sampel Darah Yunus Harus Dibawa Ke Korea Akibat Berbagai Macam Penyakit!
Yuniar Eka Putri
Rp 14.425.023
2 hari lagi
