Sempat Stroke Setelah Tindakan Medis, Attharazka Masih Terus Berjuang Melawan Penyakit Jantung
Rp 250.000 dari Rp 26.650.800
Penggalang Dana
Penerima Donasi
“Malam itu, aku kembali dihadapkan pada ketakutan yang selama ini aku coba hindari. Anakku mengalami kritis! Aku takut tak bisa membawanya pulang dalam keadaan selamat. Sebelumnya aku sudah melihat anakku menjalani tindakan dan gagal, bahkan Ia mengalami stroke setelah tindakan tersebut.”

“Aku sudah melihat tubuhnya harus menerima begitu banyak tindakan medis di usia yang masih sangat kecil. Dana malam itu, saat kondisinya kembali kritis, aku hanya berpikir tidak sanggup kehilangan anakku setelah semua perjalanan yang sudah kami lalui dengan berat.” -Dewi Sartika, Orang tua Attharazka-

Dua malam sebelum anakku, Muhammad Attharazka (1 thn), kritis, Ia baru saja pulang dari rumah sakit setelah 7 hari dirawat inap akibat sakit jantung. Saat itu aku kira bisa beristirahat sejenak di kos karena anakku membaik, karena hari-hariku belakangan tidak tenang memikirkan kondisi anakku.

Tapi tepat pukul 10 malam, anakku tiba-tiba kembali sesak napas, kondisinya memburuk begitu cepat. Anakku langsung masuk IGD rumah sakit. Aku menyaksikan sepuluh dokter menangani anakku yang kondisinya kritis. Aku hanya bisa berdiri terdiam dengan perasaan campur aduk.

Malam itu aku begitu keras berdoa, tapi di sisi lain aku juga sudah pasrah kepada Tuhan. Hingga akhirnya, hatiku begitu lega ketika dokter mengatakan anakku bisa melalui semuanya dengan baik. Seketika aku langsung menangis, tidak ada kata selain syukur berulang kali.

Anakku sudah mulai berjuang dari penyakitnya sejak usia 2 bulan. Bermula dari batuk dan flu yang tak kunjung sembuh, tangisnya juga tak mengeluarkan suara. Bahkan, tubuhnya tampak kebiruan. Selanjutnya, nafasnya yang mulai mengalami sesak.

Kini, anakku masih menjalani pengobatan. Dokter mengatakan ada dua kebocoran pada jantung anakku. Akibatnya, anakku tidak boleh terlalu lelah karena beresiko sesak napas. Syukurlah kondisinya sekarang mulai lebih stabil, namun Ia harus menjalani operasi lanjutan.

Dalam sebulan, aku bisa tiga kali membawa anakku kontrol rutin. Aku sebenarnya asal Kalimantan, tapi harus tinggal di Jakarta untuk pengobatan anakku. Tentu saja biaya pengobatan anak hingga biaya hidup di kota besar sangat berat bagiku.

Suamiku bekerja membersihkan lahan kelapa sawit, penghasilannya terbatas. Aku sempat menjual tanah warisan Almarhum kakek untuk pengobatan anakku. Aku juga meminjam uang kepada keluarga dan tetangga karena pengobatan tiada habisnya.

Aku kesulitan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak ditanggung BPJS, biaya tempat tinggal selama di Jakarta, dan kebutuhan lainnya.
#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp 100.000 saja, kita bisa jadi alasan Attharazka tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Attharazka!

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana
Fundraiser
Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!
Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.
Bantu Campaign Lainnya
Silvia Kecil Ingin Menyerah karena Patah Tulang dan TB Tulang, Ibunya Berjuang Agar Sembuh
Yulianti
Rp 480.000
70 hari lagi
Berkali-kali Mengandalkan Receh untuk Membawa Abinawa Berobat, Aku Berharap keajaiban!
Atirahmayanti 84
Rp 0
90 hari lagi
“Bu, Jangan Nangis, Aku Pasti Kuat,” Perjuangan Sayful Melawan Penyakit Jantung Bawaan
Sayful Behri
Rp 605.000
86 hari lagi
“Ayah Janji, Nanti Kita Main Lagi," Kini Shanum Berjuang Melawan Meningitis TB dan Hidrosefalus
Nur Rahmah Madaniah
Rp 14.890.000
30 hari lagi
Axcelio Sakit Jantung, Ayahnya Hanya Buruh Kebun Kesulitan Membiayai Pengobatan
Bindar Limbong
Rp 2.273.000
50 hari lagi
