"Rasanya Seperti Ditusuk Berkali-Kali," Selama 10 Tahun Aku Bertahan Melawan Dua Penyakit Sekaligus
Rp 665.000 dari Rp 7.953.000
Penggalang Dana
Penerima Donasi
“Sudah 10 tahun aku menahan sakit yang tak tertahankan di ulu hatiku, seperti ditusuk berkali-kali. Tak jarang aku sampai tak sanggup berdiri dan akhirnya jatuh pingsan.”

“Namun, hal yang paling membuatku sedih bukan hanya karena penyakit ini, tapi karena aku sudah tak mampu lagi mengurus suami dan anak-anakku seperti lalu. Penyakit ini menguras fisik dan emosionalku, rasanya aku seperti kehilangan diriku sebagai istri dan Ibu.” -Entin (50 thn)-

Penyakit ini datang begitu tiba-tiba tanpa aba-aba apapun. Aku mengalami nyeri hebat seketika di bagian lambung, tapi aku kira sakit itu akan hilang dengan beristirahat. Namun, rasa sakitnya semakin hari semakin tak tertahankan.

Aku langsung masuk rumah sakit dan menjalani perawatan 12 hari. Setelah pemeriksaan, aku didiagnosa penyakit lambung kronis yang membutuhkan pengobatan jangka panjang. Belum selesai aku pulih, penyakit lainnya datang pada tubuhku.

Secara mendadak aku merasakan nyeri hebat yang menjalar ke kakinya. Langkah kakiku menjadi sangat berat dan aku jadi sulit beraktivitas. Setelah aku menjalani pemeriksaan, aku didiagnosa saraf kejepit. Sejak itu, sehari-hari aku harus menahan dua penyakit sekaligus.

Kalau sakitnya datang bersamaan, rasanya aku tak sanggup dan ingin menyerah. Tapi akhirnya, aku hanya bisa berbaring sambil menangis menahan penderitaan. Terkadang, keluarga juga melarikan aku ke puskesmas.

Tidak ada tindakan operasi yang harus dijalani, tapi dokter menegaskan bahwa aku harus terus menjalani pengobatan secara rutin. Jika pengobatan terhenti, kondisi lambungku berisiko semakin parah dan rasa sakit yang ia alami bisa semakin sering kambuh.

Di balik penderitaan itu, keluargaku juga sedang berjuang melawan keterbatasan ekonomi. Dulu aku bekerja sebagai asisten rumah tangga, tapi kini sudah tidak bisa dilakukan lagi. Sementara itu, suaminya bekerja sebagai tukang ojek dengan penghasilan yang tidak menentu.

Ketika jadwal kontrol tiba,keluargaku harus memutar otak mencari biaya transportasi. Tidak jarang keluargaku terpaksa meminjam uang kepada tetangga atau saudara agar aku tetap bisa berobat. Bahkan, keluargaku telah menjual berbagai barang berharga agar aku punya kesempatan sembuh.

Salah satu masa paling berat adalah ketika jadwal kontrol sudah tiba, tetapi aku sama sekali tidak memiliki ongkos. Rasanya sangat sedih, aku ingin berobat tapi ongkos saja tidak ada. Syukurlah, suamiku langsung melakukan apapun, Ia mengojek, bantu di ladang hingga bekerja sebagai kuli bangunan.
Pengobatanku tak hanya tentang biaya transportasi, tapi juga obat yang tidak ditanggung BPJS dan kebutuhan lainnya.
#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp 100.000 saja, kita bisa jadi alasan Bu Entin tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Bu Entin!

-
Pencairan Dana Rp 506.750
Ke rekening ****017862539 a/n Apep
Dana digunakan untuk 1. Transportasi sewa mobil PP kontrol ke RS Rp 300.000 2. BBM Rp100 000 3. Susu Entrasol Rp120.0002026-09-24 10:28:37
Fundraiser
Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!
Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.
Bantu Campaign Lainnya
14 Tahun Berlalu, Kakiku Semakin Lemah dan Terancam Alami Kelumpuhan
Ahmad Rusman
Rp 620.000
42 hari lagi
Sehat Tuc Semua
Xiomy 5A
Rp 0
273 hari lagi
Dari Nyaris Pingsan Saat Bekerja hingga Operasi Tumor, Perjuangan Rika Belum Berakhir Akibat Diabetes
Rika Aulia
Rp 338.000
77 hari lagi
Demi Bertahan Hidup, Pak Pei Tetap Mencangkul hingga Nyeri Dada Menyerangnya di Sawah
pei
Rp 1.235.000
46 hari lagi
Tubuhnya Lumpuh! Pak Aron Alami Penyumbatan pembuluh Darah dan Diabetes
Ngalminah
Rp 2.084.000
18 hari lagi
