Setelah Vaksin, Anakku Ketahuan Alami Cerebral Palsy
Rp 4.660.000 dari Rp 4.635.000
Penggalang Dana
Penerima Donasi
“Aku pernah berada di titik terendah sebagai seorang Ibu, ku terpaksa menghentikan pengobatan anakku selama 6 bulan! Itu semua karena aku benar-benar tidak ada biaya. Sementara tubuh anakku semakin hari semakin kaku akibat kejang parah.”

“Penghasilanku pas-pasan. Aku hanyalah tukang cuci, gosok dan beres-beres rumah orang. Itu pun tidak selalu ada panggilan. Kadang ada, kadang tidak. Meski aku harus mati-matian mencari pekerjaan demi pengobatannya, aku tidak pernah lelah demi kesembuhan anakku.” -Nur Koerunisa, Orang tua Rafaizan-

Muhamad Rafaizan Maulana Sidik (5 thn), anakku yang seharusnya tumbuh ceria, kini harus berjuang melawan kerasnya takdir. Padahal, anakku tumbuh sehat dan ceria, setiap hari tawanya menghiasi rumah. Namun, hidupnya berubah saat penyakit gangguan otak itu datang saat usianya 2 tahun.

Awalnya anakku menjalani vaksin polio, tapi pulangnya Ia mengalami kejang hebat disertai demam. Aku begitu terkejut dan langsung membawanya ke rumah sakit. Dokter saat itu mengatakan Rafaizan mengalami cerebral palsy dan epilepsi. Sejak itu, hidup anakku berubah kelam.

Sudah lebih dari 2 tahun aku berjuang demi anakku, Bolak-balik rumah sakit menjadi rutinitas. Mulai dari pemeriksaan EEG, MRI, hingga terapi fisioterapi yang harus dijalani 8 kali dalam sebulan.

Namun, tak banyak perubahan. Otot-ototnya kaku hebat akibat kejang setiap hari, berat badannya terus menurun. Ia hanya bisa menangis, menahan sakit yang tak mampu diungkapkan. Hatiku hancur melihat anakku tak berdaya.
Di sisi lain, aku kesulitan memenuhi pengobatannya. Dalam sebulan, penghasilanku bahkan tak cukup memenuhi semua kebutuhan pengobatan anakku. Banyak obat yang tidak ditanggung BPJS, belum lagi kebutuhan susu khusus dan popok yang harus selalu tersedia.

Aku sudah berupaya menjual apa yang kami miliki karena kesembuhan anakku adalah segalanya. Hatiku sering bertanya, apakah suatu saat anakku bisa sembuh dan kembali tertawa? Apakah Ia bisa bermain seperti anak-anak lainnya? Bisa berlari, berjalan, dan merasakan masa bahagianya menjadi anak-anak?

Selain obat-obatan, anakku membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, vitamin, dan kebutuhan lainnya yang sulit aku penuhi.

#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Rafaizan tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Rafaizan!

-
Pencairan Dana Rp 600.000
Ke rekening ****0024961 a/n Nur koerunisa
Dana digunakan untuk 1. Susu SGM Rp80.000 x 5 dus = Rp400.000 2. Pampers Rp70.000 x 2ball = Rp150.000 3. Transportasi Bensin ke RS Rp50.0002026-04-01 10:58:45
Fundraiser
Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!
Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.
Bantu Campaign Lainnya
Ditinggal Ayah, Ibu Berjuang Sendiri Mendampingi Haura yang Alami Sederet Penyakit
SYAFRINI
Rp 658.000
86 hari lagi
Anak Petani Karet Tak Berdaya, Ingin Melanjutkan Pengobatan Epilepsi
Armawansyah selian
Rp 29.296.999
60 hari lagi
Bantu Harapan Berdama Najwa
Muthi 4521
Rp 0
25 hari lagi
Tubuhnya Terancam Kaku Permanen, Anak Pengantar Minuman Berjuang dari Cerebral Palsy
LIA APRIANTI
Rp 6.695.500
60 hari lagi
3 Tahun Bertahan dari Jantung Bocor, Arkana Belum Juga Mendapat Jadwal Operasi
Uun Unayah
Rp 6.677.000
19 hari lagi
