Single Parent Penjual Gorengan Berjuang Agar Anaknya Sembuh dari Sakit Jantung
Rp 5.160.000 dari Rp 5.160.000
Penggalang Dana
Penerima Donasi
“Demi menghirup udara, anakku harus melalui penderitaan. Setiap tarikan napasnya terdengar berat dan melelahkan akibat sesak. Wajahnya terpasang alat bantu napas yang besar dan membuatnya harus menahan rasa tidak nyaman setiap saat. Hampir tak ada hari yang kulewati tanpa tangisan dan doa, memohon kesembuhan.”

“Kondisiku yang merupakan seorang Ibu dan single parent, membuatku juga mengambil peran mencari nafkah. Setiap malam aku membuat gorengan hingga larut untuk dijual berkeliling pasar pada pagi harinya. Aku hanya membawa pulang Rp 45 ribu sehari, bahkan jumlah itu sangat jauh untuk memenuhi kebutuhan pengobatan, susu, pampers, dan lainnya.” -Maesaroh, Orang tua Erlinka-

Anakku, Erlinka Peby Riskia (1 thn), harus dirawat di rumah sakit karena kadar bilirubinnya tinggi, yaitu ketika zat kuning sisa pembuangan tubuh menumpuk dalam darah. Setelah menjalani pemeriksaan, dokter menyampaikan kabar yang membuat duniaku runtuh. Anakku didiagnosa kelainan jantung bawaaan yang serius.

Kebahagiaanku seolah direnggut, padahal baru 3 bulan lalu aku begitu bersyukur karena sudah melahirkan anakku. Tapi sekarang, aku harus dihadapkan pada kenyataan bahwa aku rentan beresiko kehilangan anakku selamanya dalam waktu dekat.

Sejauh ini, anakku masih bertahan meski Ia harus hidup berbeda dari anak-anak lainnya. Tidak ada tawa canda dan kaki kecilnya yang berlari, Ia hanya sering tiduran di kasur. Ia sering mengalami sesak napas sampai tubuhnya menjadi sangat lemas.

Selain itu, anakku juga sering demam, batuk, dan kondisi yang membuatnya menangis serta gelisah sepanjang waktu. Aku sendiri sangat cemas, tidak sanggup membayangkan penderitaan yang harus dirasakan anak sekecil ini.

Dokter mengatakan jika pengobatan anakku tidak berjalan baik, kondisinya bisa semakin menurun dan sesak napasnya bisa terus berulang tanpa henti. Namun, perjuangan ini bukan hanya soal kesehatan, tapi juga soal biaya yang berat.

Aku sering terpaksa meminjam uang kepada saudara, teman, bahkan tetangga hanya untuk transportasi ke rumah sakit. Pernah ada masa ketika aku tidak memiliki uang sama sekali, akhirnya aku harus menahan lapar dan berkeliling mencari pinjaman agar anakku tetap bisa pengobatan.

Pernah kondisi aku tidak bisa berjualan karena kondisi anakku semakin menurun dan sesaknya semakin berat, sementara aku butuh biaya pengobatan. Aku sempat putus asa karena tidak ada jalan keluar, hanya bisa pasrah sambil menangis. Namun tiba-tiba Tuhan berikan pertolongan, ada tetangga yang datang meminjamkan biaya untuk ongkos ke dokter.

Pengobatan anakku masih panjang, Ia masih membutuhkan biaya untuk obat yang tidak ditanggung BPJS, transportasi ke rumah sakit dan kebutuhan lainnya.

#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp 100.000 saja, kita bisa jadi alasan Erlinka tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Erlinka!

-
Pencairan Dana Rp 545.050
Ke rekening ****928227 a/n Angga Alvian
Dana digunakan untuk 1. Pampers Merries .Rp 95.000 X 4 =Rp 380.000 2. Susu SGM Eksplor gain optigrow Rp 110.000 X 2 =Rp.220.000 Dokumen pendukung2026-07-10 10:11:45
Fundraiser
Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!
Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.
Bantu Campaign Lainnya
Leher Anak Berprestasi Melepuh Efek Radiasi Akibat Kanker Nasofaring!
Yayat Ayatullah
Rp 9.000.000
41 hari lagi
Sempat Henti Jantung! Anak Pengemudi Ojol Asal Aceh Berjuang Berobat di Jakarta
Heni Supita Sari
Rp 6.782.501
32 hari lagi
Mari Ringan Kan Beban Saudara Kita
Xiomy 5A
Rp 0
27 hari lagi
Ibu Single Parent Berjuang untuk Anaknya yang Sakit Jantung Hingga Hidrosefalus
Septa Riani
Rp 7.581.000
11 hari lagi
Saat Rumah Ludes Dilahap Api, Anakku Masih Berjuang Melawan Tumor dan Jantung Bocor
Nur Hayati
Rp 9.500.000
69 hari lagi
