10 tahun hidup dengan tumor yang tumbuh di tulang ekornya! Puji Terus Kesakitan
Rp 24.481.001 dari Rp 24.266.000
Penggalang Dana
Penerima Donasi
“Sejak Ia masih bayi hingga kini berusia 10 tahun, anakku harus hidup ditemani tumor yang terus menggerogoti tubuhnya! Bukannya aku tidak ingin menyelamatkannya, tapi karena aku belum sanggup untuk membiayai operasinya.”

“Setiap hari aku mendengar rintihannya, menahan sakit yang tak berkesudahan. Sementara itu, setiap hari suamiku bekerja keras dari pagi hingga malam sebagai buruh tebang pisang. Recehan demi recehan aku kumpulkan, berharap suatu hari ada kesempatan untuk anakku menjalani operasi…” -Liza Ariyani, orang tua Puji-

Tumor itu muncul di tulang ekor Puji Hariyani (10 thn) saat Ia baru berusia 3 bulan. Waktu itu aku menemukan benjolan di tubuhnya, dan dengan jantung berdebar, aku membawanya ke puskesmas. Ternyata firasatku benar, ada yang tidak beres dengan anakku.

Dokter mengatakan anakku harus segera operasi pengangkatan tumor. Duniaku seketika runtuh dan lututku seketika lemas! Anakku yang masih bayi, harus berhadapan dengan penyakit mematikan, sementara aku tidak memiliki cukup uang untuknya operasi.

Akhirnya anakku hanya bisa pasrah hidup dengan tumor itu. Sedangkan aku setiap hari memeluknya sambil berulang kali meminta maaf karena belum mampu membawanya berobat. Hari-hariku diisi dengan cemas, karena kondisi anakku semakin memburuk.

Tumor itu kian membesar, sementara tubuhnya sangat kecil. harus berjuang lebih keras ketika belajar berjalan, tak seperti anak-anak lain. Sedikit saja tumornya tersenggol, ia menahan sakit yang membuat hatiku ikut hancur. Ia bahkan tak bisa merasakan saat Buang Air Besar atau Kecil, semuanya keluar tiba-tiba tanpa bisa Ia kendalikan.

Meski hidup terasa berat, aku tak pernah berhenti berusaha mengumpulkan uang operasi. Baru ketika Puji berusia 10 tahun, dana itu akhirnya terkumpul. Namun saat kami sampai di rumah sakit daerah, dokter mengatakan mereka tidak sanggup menangani kasus Puji dan ia harus dirujuk ke Jakarta.

Saat itu rasanya seluruh tenaga hilang dari tubuhku. Aku kembali tak berdaya, bingung harus bagaimana. Namun, di tengah kesulitan itu, mukjizat Allah datang! Aku mendapat bantuan pemerintah untuk biaya pesawat dari Bengkulu ke Jakarta.

Anakku sudah menjalani operasi pengangkatan tumor pertamanya, dan kini sedang dalam masa pemulihan. Namun perjuangan kami belum selesai. Ia masih membutuhkan pengobatan lanjutan dan pemeriksaan berkala agar benar-benar bersih dari tumor.

Untuk biaya selama di Jakarta, aku bahkan sudah menjual tanah. Kini aku sudah tak punya apa-apa lagi. Sementara kebutuhan terus berjalan, biaya transportasi Bengkulu ke Jakarta, obat yang tidak ditanggung BPJS, hingga kebutuhan lainnya.
#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Puji tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Puji!

-
Puji Tetap Harus Menjalani Kontrol Rutin Serta Fisioterapi
Halo #TemanBaik,
Terima kasih banyak kepada #TemanBaik. Dana bantuan dari #TemanBaik ydigunakan untuk pembelian tiket pesawat dari Jakarta ke Bengkulu.
Alhamdulillah, saat ini Puji telah kembali ke daerah, yaitu Bengkulu, setelah menjalani pengobatan di Jakarta. Meski sudah berada di daerah, Puji tetap harus menjalani kontrol rutin serta fisioterapi sesuai dengan anjuran dokter.
Sekali lagi, terima kasih atas kepedulian dan kebaikan #TemanBaik yang telah membantu proses pengobatan Puji. Semoga segala kebaikan dibalas dengan kesehatan dan rezeki yang berlimpah.

2026-02-24 12:18:12
-
Pencairan Dana Rp 1.872.974
Ke rekening ****5059494 a/n Nur Siami
Dana digunakan untuk Reimburse tiket pesawat ke Bengkulu setelah tindakan di Jakarta Rp2.269.1162026-01-27 13:57:12
Fundraiser
Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!
Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.
Bantu Campaign Lainnya
Tubuh Kaku dan Tatapan Hilang Arah, Bima Berjuang dari Mikrosefali Hingga Epilepsi
Yurike Nurviani
Rp 8.722.000
3 hari lagi
Perut Membesar dan Kaki Menyusut, Nizam Tak Bisa Berjalan Akibat Berbagai Penyakit
SUPRIANDI
Rp 26.255.500
50 hari lagi
Pirlo Butuh Cuci Darah untuk Bertahan Hidup
Ida Fitriana
Rp 26.012.548
42 hari lagi
Saat Aku Masih Berjuang Melawan Sakit, Takdir Menguji Anakku dengan Jantung Bocor
Eli Suryani
Rp 11.557.500
52 hari lagi
Perjuangan Single Parent Merawat Anaknya yang Menderita Epilepsi
Indriyani
Rp 22.248.505
67 hari lagi
