Benihbaik_2026-09-29_17906750306abb8856e6fbd.jpeg
Anak

10 Tahun Menahan Sesak, Anak Buruh Tani Ini Membutuhkan Operasi Jantung di Jakarta

Rp 80.000 dari Rp 9.872.670

87 hari lagi

Penerima Donasi

anon
Inez rizkia putri Identitas terverifikasi user
anon
Rekening Penerima Rekening Penerima terverifikasi user
anon
Lokasi Kab. Cilacap

“Tak hanya merasakan sesak napas berat, anakku juga merasakan nyeri hebat di bagian dadanya, terutama di area bekas jahitan operasi jantungnya. Hancur sekali hatiku melihat buah hatiku harus menanggung sakit seberat itu, apalagi tak ada yang bisa aku lakukan untuk menghilangkan rasa sakitnya.”  

“Bahkan, untuk pengobatan anakku pun aku sering kesulitan. Aku pernah berada pada titik di mana harus memilih antara mengisi perut sendiri atau memastikan anakku bisa sampai ke rumah sakit. Penghasilanku terbatas, suamiku hanya buruh tani, sementara aku berjualan makanan anak-anak yang dititipkan di warung.” -Harti Ambar, Orang tua Inez-

Tak ada yang lebih menakutkan daripada melihat anakku, Inez Rizkia Putri (10 thn), berjuang untuk memperoleh udara. Sesak napas itu sudah menghantuinya sejak usianya 4 bulan. Tak hanya itu, Kuku tangan, kaki dan bibirnya membiru. Berat badannya terus menurun, membuatku dipenuhi ketakutan. 

Duniaku tiba-tiba berubah ketika akhirnya aku membawa anakku berobat. Ia didiagnosa jantung bocor, aku belum siap menerima kenyataan bahwa anakku harus memulai hidupnya dengan penyakit mematikan. Perjalanannya untuk sehat sangat berat dan sekaligus tidak singkat.

Kini, sudah 10 tahun perjalanan anakku, tapi sampai saat aku masih melihat perjuangan yang sama pada anakku. Ia masih sering sesak napas, tidak sanggup berjalan terlalu jauh, kuku tangan dan kakinya masih membiru, begitu juga bibirnya. Ia tak bisa merasakan kebebasan.

Anakku sudah menjalani kateterisasi jantung hingga operasi jantung. Setiap Ia menjalani tindakan medis, aku selalu berusaha kuat sambil bertanya apakah Ia akan baik-baik saja dan bisa kembali padaku? Kekhawatiranku itu akan kembali terjadi ke depan karena perjalanan anakku belum selesai.

Dokter mengatakan anakku harus menjalani operasi lanjutan di Jakarta. Namun, biaya perjalanan dari kampung halamanku di Cilacap, Jawa tengah, menuju ibu kota menjadi hal berat bagiku. Selain itu, ada juga obat-obatan yang tidak ditanggung BPJS hingga biaya hidup di Jakarta. 

Pernah ada di masa aku bahkan tak mampu membeli makanan dan susu anak. Ada masa ketika di rumah sakit, aku menahan lapar seharian dan tidak membeli makan demi berhemat. Setiap akan mengeluarkan uang selain untuk pengobatan anakku, aku merasa sangat berat.

Aku sudah menjual segala barang berharga, sepeda motor satu-satunya dan segala elektronik di rumah demi pengobatan anakku selama ini. Bahkan, aku sangat buntu sampai memberanikan diri berutang ke bank. Suamiku juga mengambil pekerjaan tambahan di malam hari demi mendapat uang tambahan. 

Ada kalanya aku menangis diam-diam karena keterbatasanku, tapi aku sadar kalau aku menyerah, anakku juga kehilangan tempat untuk bersandar. Aku yakin dan optimis, di segala kesulitanku, pasti akan ada kemudahan yang diberikan Tuhan karena aku sudah berjuang.

#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp 100.000 saja, kita bisa jadi alasan Inez tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Inez!       

pak

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana

Fundraiser

gamber-fundraiser

Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!

Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.

Jadi Fundraiser

Bantu Campaign Lainnya