15 Tahun Hidup Bersama Penyakit, Aku Tetap Bekerja Meski Berkali-kali Muntah Darah
Rp 1.475.000 dari Rp 9.450.000
Penggalang Dana
Penerima Donasi
“Sejak orang tuaku bercerai, aku harus berjuang membiayai pengobatanku sendiri. Di saat tubuhku sakit, aku tetap memaksakan diri bekerja. Setiap pukul 2 pagi, aku sudah bangun untuk membuat makanan anak-anak yang dijual ke sekolah. Setelah itu, siang harinya aku mengajar di sekolah madrasah sampai sore.”

“Aku pernah ingin menyerah, aku lelah harus bekerja dan berobat sendirian. Apalagi dokter mengatakan penyakitku tidak bisa disembuhkan dan pengobatan yang dilakukan hanya untuk mencegah kondisiku semakin parah. Tapi pada akhirnya aku terus bertahan, aku tahu di dalam lubuk hatiku yang paling dalam, aku ingin sembuh. Aku yakin Tuhan selalu berikan jalan bagi yang berjuang.” -Annisah (25 thn)-

Meski sudah lama berlalu, tapi aku masih ingat penyakit ini datang ketika aku duduk di bangku kelas 3 SD. Tiba-tiba aku mengalami muntah darah dan dilarikan ke rumah sakit oleh orang tuaku. Tak pernah ku sangka, aku harus menerima transfusi darah sebanyak 7 kantong dalam 12 hari.
Dokter mengatakan aku sakit paru-paru dan harus pengobatan rutin. Namun, setahun berlalu, lagi-lagi aku mengalami muntah darah. Saat itu, aku dirujuk untuk melanjutkan pengobatan di Jakarta. Namun, karena orang tuaku tidak sanggup membiayai, aku pun tak melanjutkan pengobatan.

Seiring waktu, kondisiku semakin parah! Aku semakin sering muntah darah. Orang tuaku yang khawatir saat itu langsung menjual semua aset agar aku bisa berobat ke Jakarta. Setelah diperiksa di Jakarta, aku didiagnosa penyakit lambung kronis.

Selain itu, aku juga mengalami varises tenggorokan, yaitu pembuluh darah yang membesar pada dinding tenggorokan hingga menyebabkan aku muntah darah tiba-tiba. Aku sudah menjalani dua kali operasi, dan aku sempat berhenti pengobatan karena lagi-lagi terkendala biaya dan merasa kondisiku sudah mulai sehat.

Namun, penyakit itu kambuh kembali. Aku mengulang pengobatan dari awal dan sudah menjalani operasi lagi. Itu tak semata-mata membuatku sembuh, tapi aku tetap kembali muntah darah. Aku sangat sering transfusi darah hingga menyebabkan organ limpaku membesar.
Kini, sudah 15 tahun lamanya aku hidup dengan penyakit ini. Kondisi tubuhku kini lemah, bahkan sudah kesulitan bekerja. Orang tuaku sudah tidak lagi bekerja dan aku kebingungan untuk membiayai pengobatanku, bahkan pengobatanku sendiri.
Aku masih harus kontrol rutin ke dokter seumur hidup. Pengobatanku masih membutuhkan biaya untuk transportasi dari rumah di Banten ke Jakarta, obat yang tidak ditanggung BPJS dan kebutuhan lainnya.
#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp 100.000 saja, kita bisa jadi alasan Anisa tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Anisa!

-
Pencairan Dana Rp 1.240.000
Ke rekening ****1205100 a/n Annisah
Dana digunakan untuk 1. Biaya Tranportasi sewa mobil ke RSCM Rp. 300.000,- 2. Biaya BBM Rp. 200.000,- 3. Biaya Susu Bear Brand 1dus Rp. 360.000,- 4. Madu Trombosit 2 botol x Rp70.000= Rp. 140.000,- 5. susu entrasol 2 Dus Rp 240.0002026-10-02 09:23:14
Fundraiser
Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!
Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.
Bantu Campaign Lainnya
Dari Sopir Angkot Menjadi Pasien Usus Bocor, Ayah Kini Bergantung pada Perawatan Keluarga
H.komarudin
Rp 1.878.000
4 hari lagi
Darah Mengalir dari Hidung Pak Suandi, Tak Disangka Tumor dan Stroke Mengubah Hidupnya
suandi
Rp 1.225.000
24 hari lagi
Ibu Indeung Melawan Penyakit Pengeroposan Tulang Selama 16 Tahun
Indeung
Rp 150.000
76 hari lagi
"Rasanya Seperti Ditusuk Berkali-Kali," Selama 10 Tahun Aku Bertahan Melawan Dua Penyakit Sekaligus
Entin
Rp 880.000
3 hari lagi
7 Tahun Merawat Aerilyn yang Sering Kejang, Ibunya Tak Pernah Berhenti Berjuang Meski Serba Kekurangan
Nani suryani
Rp 2.327.000
24 hari lagi
