Benihbaik_2026-08-11_17864178246a7a92a0070d3.jpeg
Kesehatan

Dari Sopir Angkot Menjadi Pasien Usus Bocor, Ayah Kini Bergantung pada Perawatan Keluarga

Rp 558.000 dari Rp 6.540.000

74 hari lagi

Penerima Donasi

anon
Komarudin Identitas terverifikasi user
anon
Surat Rujukan Tervalidasi oleh Tim Benihbaik.com user
anon
Surat Hasil Laboratorium Tervalidasi oleh Tim Benihbaik.com user
anon
Surat Rincian Biaya Pengobatan Tervalidasi oleh Tim Benihbaik.com user
anon
Rekening Penerima Rekening Penerima terverifikasi user
anon
Lokasi Kab. Lebak

“Ayah yang sehari-harinya bekerja sebagai sopir angkot, tiba-tiba mengeluhkan nyeri perut yang luar biasa hebat. Bahkan, perutnya keras seperti papan, sampai Ia mual, muntah dan demam tinggi. Ia sampai lemas tak berdaya karena tak kuat menahan penderitaan yang nyari merenggut nyawanya.” 

“Kini, di keluarga hanya aku satu-satunya yang mencari nafkah. Sebagai guru honorer, aku hanya mendapatkan penghasilan sekitar Rp500 ribu setiap bulan. Penghasilan itu tak hanya dibagi untuk pengobatan ayahku, tapi juga untuk kebutuhan sehari-hari dan pengobatan Ibuku yang sakit jantung. Rasanya begitu berat, tapi aku tak mau kehilangan orang tuaku.” -Fanny Nurul, Anak dari Pak Komarudin-

Awalnya, Keluarga mengira Ayahku, Komarudin, sakit maag. Namun, akhirnya keluarga melarikan ke rumah sakit dengan sangat panik karena kondisinya yang terus menurun. Hasil pemeriksaannya menjadi titik paling menyakitkan bagi keluarga, Ia didiagnosa usus bocor. 

Dokter menjelaskan bahwa usus bocornya menyebabkan isi saluran pencernaan beserta bakteri keluar ke rongga perut. Tanpa banyak waktu untuk berpikir, dokter segera melakukan operasi darurat untuk menutupi kebocoran ususnya dan membuat lubang pada perutnya untuk tempat BAB.

Perjuangan Ayah belum berakhir meski sudah operasi. Luka operasi masih sering terasa nyeri dan perih.  Beliau harus merawat kantong stoma setiap hari agar tidak menimbulkan infeksi baru. Hampir semua aktivitas sehari-harinya harus dibantu keluarga karena kondisi fisiknya lemah. 

Saat nyeri kambuh, beliau hanya bisa meringis kesakitan sambil memegangi perut. Tak jarang rasa sakit itu kembali disertai mual dan demam tinggi sehingga keluarga harus segera memberikan obat atau dibawa ke IGD.

"Aku ingin sembuh. Kasihan keluarga kalau harus mengurus aku terus dalam keadaan sakit seperti ini," kalimat sederhana itu menjadi penguat keluarga untuk terus mendampinginya melewati masa-masa sulit ini.

Aku sendiri sebagai anak melakukan apapun agar pengobatan ayahku tak terputus. Aku mengatur jadwal berobat, membantu membersihkan dan mengganti kantong stomanya, mengantarnya ke rumah sakit, hingga mengantre sejak dini di rumah sakit. Di sisi lain, aku berupaya mencari pekerjaan tambahan agar pengobatan ayahku terpenuhi.

Jujur, aku benar-benar buntu. Aku kesulitan untuk menanggung biaya transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak ditanggung BPJS, membeli peralatan medis, dan kebutuhan lainnya. 

#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp 100.000 saja, kita bisa jadi alasan Pak Komarudin tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Pak Komarudin!   

pak

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana

Fundraiser

gamber-fundraiser

Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!

Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.

Jadi Fundraiser

Bantu Campaign Lainnya