Dari Sopir Angkot Menjadi Pasien Usus Bocor, Ayah Kini Bergantung pada Perawatan Keluarga
Rp 878.000 dari Rp 6.540.000
Penggalang Dana
Penerima Donasi
“Ayah yang sehari-harinya bekerja sebagai sopir angkot, tiba-tiba mengeluhkan nyeri perut yang luar biasa hebat. Bahkan, perutnya keras seperti papan, sampai Ia mual, muntah dan demam tinggi. Ia sampai lemas tak berdaya karena tak kuat menahan penderitaan yang nyari merenggut nyawanya.”

“Kini, di keluarga hanya aku satu-satunya yang mencari nafkah. Sebagai guru honorer, aku hanya mendapatkan penghasilan sekitar Rp500 ribu setiap bulan. Penghasilan itu tak hanya dibagi untuk pengobatan ayahku, tapi juga untuk kebutuhan sehari-hari dan pengobatan Ibuku yang sakit jantung. Rasanya begitu berat, tapi aku tak mau kehilangan orang tuaku.” -Fanny Nurul, Anak dari Pak Komarudin-

Awalnya, Keluarga mengira Ayahku, Komarudin, sakit maag. Namun, akhirnya keluarga melarikan ke rumah sakit dengan sangat panik karena kondisinya yang terus menurun. Hasil pemeriksaannya menjadi titik paling menyakitkan bagi keluarga, Ia didiagnosa usus bocor.

Dokter menjelaskan bahwa usus bocornya menyebabkan isi saluran pencernaan beserta bakteri keluar ke rongga perut. Tanpa banyak waktu untuk berpikir, dokter segera melakukan operasi darurat untuk menutupi kebocoran ususnya dan membuat lubang pada perutnya untuk tempat BAB.

Perjuangan Ayah belum berakhir meski sudah operasi. Luka operasi masih sering terasa nyeri dan perih. Beliau harus merawat kantong stoma setiap hari agar tidak menimbulkan infeksi baru. Hampir semua aktivitas sehari-harinya harus dibantu keluarga karena kondisi fisiknya lemah.

Saat nyeri kambuh, beliau hanya bisa meringis kesakitan sambil memegangi perut. Tak jarang rasa sakit itu kembali disertai mual dan demam tinggi sehingga keluarga harus segera memberikan obat atau dibawa ke IGD.
"Aku ingin sembuh. Kasihan keluarga kalau harus mengurus aku terus dalam keadaan sakit seperti ini," kalimat sederhana itu menjadi penguat keluarga untuk terus mendampinginya melewati masa-masa sulit ini.

Aku sendiri sebagai anak melakukan apapun agar pengobatan ayahku tak terputus. Aku mengatur jadwal berobat, membantu membersihkan dan mengganti kantong stomanya, mengantarnya ke rumah sakit, hingga mengantre sejak dini di rumah sakit. Di sisi lain, aku berupaya mencari pekerjaan tambahan agar pengobatan ayahku terpenuhi.

Jujur, aku benar-benar buntu. Aku kesulitan untuk menanggung biaya transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak ditanggung BPJS, membeli peralatan medis, dan kebutuhan lainnya.
#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp 100.000 saja, kita bisa jadi alasan Pak Komarudin tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Pak Komarudin!

-
Pencairan Dana Rp 575.100
Ke rekening ****2235100 a/n Komarudin
Dana digunakan untuk 1. Buah-buah Rp 200.000 2. Biaya transportasi ke RS angkot PP Rp 125.000x 3 = Rp 375.0002026-09-02 15:44:38
Fundraiser
Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!
Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.
Bantu Campaign Lainnya
Ayo Bantu Putuskan Mata Rantai Penularan TBC di Indonesia
PPTI Pusat
Rp 6.415.000
217 hari lagi
Darah Mengalir dari Hidung Pak Suandi, Tak Disangka Tumor dan Stroke Mengubah Hidupnya
suandi
Rp 1.125.000
49 hari lagi
25 Kali Jalani Radioterapi Akibat Kanker, Maemunah Tetap Bertahan Demi Anak
Romy Normal,SE
Rp 510.000
58 hari lagi
"Rasanya Seperti Ditusuk Berkali-Kali," Selama 10 Tahun Aku Bertahan Melawan Dua Penyakit Sekaligus
Entin
Rp 665.000
28 hari lagi
Tempurung Kepala Anak Saya Dilepas Akibat Kanker Otak
Nafa MAULIAWATY
Rp 38.965.021
49 hari lagi
