30 Kali Kejang dalam Sehari, Syahira Tetap Berjuang Mengejar Tumbuh Kembangnya
Rp 963.000 dari Rp 9.000.000
Penggalang Dana
Penerima Donasi
“Anakku bisa kejang sebanyak 30 kali dalam sehari! Setiap kali kejang itu datang, hatiku langsung dipenuhi rasa takut dan cemas. Kejang itu bisa datang sewaktu-waktu, sehingga setiap waktu aku harus terus mengawasi dan berada di dekatnya."

“Anakku kini sudah berusia 9 tahun. Namun, karena penyakit yang dideritanya, hingga hari ini ia masih belum bisa berjalan maupun berbicara seperti anak-anak seusianya. Harapan terbesarku sederhana, semoga suatu hari Lely bisa lebih mandiri.” -Indriyani, Orang tua Syahira.

Anakku, Syahira Lely (8 thn), lahir sehat seperti bayi pada umumnya. Namun, seiring bertambah usia, aku mulai menyadari ada yang berbeda dari tumbuh kembangnya. Di usianya saat itu, Ia belum mampu tengkurap, miring, duduk, merangkak, hingga berjalan. Bahkan, untuk bergerak pun Ia kesulitan.

Sehari-hari anakku lebih banyak menangis, tapi Ia tak bisa menyampaikan apa yang Ia rasakan. Aku sudah berupaya membawanya berobat dan fisioterapi agar Ia bisa mengejar ketertinggalannya, tapi perjuangan itu semakin berat saat anakku menginjak usia 2 tahun.

Tubuhnya tiba-tiba kejang, mulutnya berbusa dan wajahnya sampai membiru. Menyaksikan itu, duniaku serasa runtuh. Aku langsung melarikan anakku ke rumah sakit dan Ia sampai harus menjalani rawat inap selama seminggu.

Ternyata anakku mengalami cerebral palsy dengan GMFCS level 3, epilepsi, keterlambatan motorik, serta disabilitas intelektual. Ada rasa sedih, takut, dan tidak berdaya ketika dokter mengatakan anakku belum tentu bisa tumbuh selayaknya anak-anak seusianya.

Anakku sendiri tidak membutuhkan operasi. Menurut dokter, yang paling penting bagi Lely adalah stimulasi dan fisioterapi rutin agar otot-ototnya tidak semakin kaku dan kemampuan yang dimilikinya dapat terus berkembang.

Sebagai orang tua, aku harus selalu peka terhadap perubahan kecil pada dirinya. Ketika wajah Lely terlihat lebih lesu, terus ingin tidur, atau tiba-tiba menjadi rewel tanpa sebab yang jelas, aku biasanya sudah mulai merasa khawatir. Aku harus tahu, bisa jadi tubuh anakku sedang tidak baik-baik saja.

Namun, tidak setiap kali kejang kami bisa langsung membawanya ke rumah sakit. Kondisi ekonomi membuat aku harus berpikir berkali-kali. Suamiku bekerja sebagai buruh cuci kendaraan, penghasilannya tergantung banyak sedikitnya kendaraan yang dicuci.
Di sela-sela mengurus anakku, aku sendiri mencoba mendapatkan penghasilan tambahan dengan membuat anyaman besek dari bambu atau tempat bibit cabai. Meski begitu, penghasilanku dan suamiku masih sulit untuk memenuhi biaya pengobatan anak ke rumah sakit, obat yang tidak ditanggung BPJS, fisioterapi dan kebutuhan lainnya.
#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp 100.000 saja, kita bisa jadi alasan Syahira tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Syahira!

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana
Fundraiser
Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!
Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.
Bantu Campaign Lainnya
Batuk yang Kami Kira Biasa, Ternyata Menyimpan Vonis Jantung Bocor untuk Arsyla
Sumiyati
Rp 835.000
22 hari lagi
Tak Pernah Kubayangkan, Kedua Anakku Harus Berjuang Melawan Penyakit yang Sama
Nahda kamilatussyifa
Rp 1.261.001
15 hari lagi
Anak Kuli Kubah Masjid Harus Berjuang Operasi Jantung
Anah zayinah
Rp 35.497.028
29 hari lagi
Tubuhnya Gemetar dan Wajahnya Pucat, Frasentio Berkali-kali Memintaku Menolongnya Bernapas
Fransetio Wijayanto
Rp 1.020.000
86 hari lagi
Bermula Kejang 2 Jam, Kini 4 Tahun Anakku Tak Bisa Apapun Akibat Gangguan Otak!
Muhammad Hadi Ramdani
Rp 14.173.001
16 hari lagi
