5 Tahun Berjuang dari Gagal Ginjal Stadium 5! Pak Arif Kesulitan Melanjutkan Pengobatan
Rp 1.660.002 dari Rp 12.930.000
Penggalang Dana
Penerima Donasi
“Aku berjalan kaki menembus hujan deras sejauh 3 km, demi membeli obat untuk suamiku. Tubuhku menggigil dan pikiranku panik, takut kehilangan suamiku. Mungkin wajahku sudah lelah dan basah oleh air hujan serta air mata, hingga petugas apotek menatapku dengan iba dan memberikan diskon pembelian obat.“

“Saat itu aku sadar, masih ada kebaikan di dunia ini. Aku tidak pernah menghitung lelahku, tak apa aku capek, yang penting suamiku masih bisa hidup dan ketemu anak-anak kami. Meski kadang malamku diisi dengan tangis dan doa, karena bingung harus cari uang bagaimana lagi agar suamiku bisa terus melanjutkan pengobatan.” -Siska Sartika, Istri dari Pak Arif-

Suamiku, Arif Hidayat (33 thn), didiagnosa gagal ginjal kronis stadium 5 dan anemia berat. Setiap dua minggu sekali, aku selalu bangun lebih pagi untuk mengantarkan suamiku cuci darah ke rumah sakit.

Sepulang dari rumah sakit, tanpa sempat benar-benar beristirahat, aku langsung mencari nafkah dengan mencuci baju tetangga. Berharap ada sedikit uang yang bisa kami gunakan untuk bertahan hidup. Malamnya, aku kembali menjaga suamiku yang sering terbangun dalam keadaan sesak napas.
Penghasilanku dari bekerja sering tak menentu, bisa dibilang pas-pasan untuk kebutuhan sehari-hari. Bahkan, aku dan suamiku pernah sampai tidak makan selama 2 hari, karena uang yang ada habis untuk membeli obat. Saat itu, aku hanya bisa menahan air mata.
Di tengah keputusasaan, suamiku pernah berkata lirih, “Kalau minggu ini tidak ada uang untuk beli obat, mungkin saya sudah tidak kuat lagi.” Kalimat itu menghantam hatiku begitu dalam. Namun, setiap kali ia mengingat anak kami, semangatnya seperti kembali menyala. Ia ingin tetap hidup, agar bisa mendampingi anak kami tumbuh dewasa.

Bayangkan saja, sudah 5 tahun Ia menanggung sakit dalam keresahan, dibayangi rasa bersalah karena merasa menjadi beban keluarga. Tapi Ia tetap berusaha mencari uang tambahan. Saat kondisinya sedikit membaik, ia masih memaksakan diri menjadi tukang pijat untuk membantu kebutuhan dapur.
Penyakit ini muncul saat suamiku berusia 28 tahun, Ia merasa tubuhnya sering lemas dan lelah meski hanya mengerjakan sedikit pekerjaan. Lama-kelamaan, wajahnya mulai bengkak, nafsu makannya hilang dan Ia sering sesak napas.
Saat ke dokter, barulah terungkap bahwa fungsi organ ginjal suamiku sudah dibawah 10% dan Ia harus cuci darah seumur hidup untuk bertahan hidup. Sejak itu, suamiku sudah tidak bisa lagi bekerja, Ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan duduk dan tidur.
Setiap kambuh, suamiku akan mengalami bengkak pada kakinya, nyeri dada dan sesak napas berat hingga harus dilarikan ke IGD. Demi pengobatannya selama ini, aku sudah berupaya menjual perhiasan hingga mengorbankan seluruh tabungan. Anaknya juga harus berhenti les karena kekurangan biaya.
Perjuangan suamiku masih terus berlanjut. Ia masih membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak ditanggung BPJS, dan kebutuhan lainnya.
#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Arif tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Arif!
-
Kondisi Pak Arif Sempat Menurun Setelah Menjalani Cuci Darah
Halo #TemanBaik,
Saat ini Pak Arif masih rutin menjalani cuci darah sebanyak dua kali dalam seminggu. Meskipun terkadang kondisi Pak Arif sempat menurun setelah menjalani cuci darah, Alhamdulillah kondisinya dapat kembali pulih. Di tengah perjuangannya yang telah berlangsung selama kurang lebih lima tahun, dukungan dan doa dari #TemanBaik menjadi penyemangat bagi Pak Arif dan keluarga untuk terus menjalani pengobatan.
Dana bantuan dari #TemanBaik digunakan untuk pembelaian susu, tensimeter Sinocare, madu angkak sebanyak dua botol, serta kapsul alang-alang sebanyak dua botol.
Kami selaku keluarga Pak Arif mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada #TemanBaik yang di tengah kesibukannya masih menyempatkan hati untuk berbagi dan membantu Pak Arif. Selama lima tahun perjuangannya menjalani pengobatan, bantuan yang diberikan menjadi salah satu jalan yang Allah hadirkan untuk menguatkan Pak Arif dalam menghadapi kondisi kesehatannya.
Semoga setiap kebaikan yang diberikan menjadi pemberat timbangan amal, menjadi penerang di kemudian hari, dan menjadi jalan bagi Allah untuk mengangkat derajat #TemanBaik. Semoga Allah membalas setiap kebaikan dengan keberkahan, kesehatan, dan rezeki yang berlimpah.
“Barangsiapa yang memudahkan urusan saudaranya, maka Allah akan memudahkan urusannya.”




2026-08-15 10:20:53
-
Pencairan Dana Rp 700.000
Ke rekening ****029792533 a/n Arif Hidayat
Dana digunakan untuk 1. Tensi digital sinocare Rp220.000 2. Susu neprisol 5 dus Rp430.000 3. Madu 1 boto Rp50.0002026-07-23 16:12:22
Fundraiser
Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!
Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.
Bantu Campaign Lainnya
Matanya Berjamur Demi Bekerja untuk Keluarga, Pak Warjo Kehilangan Penglihatan
warjo
Rp 1.370.008
8 hari lagi
Dulu Menjadi Tulang Punggung Keluarga, Kini Aku Berjuang Hidup dengan Cuci Darah
Ahmad Supriyadi
Rp 888.000
69 hari lagi
Tubuhnya Lumpuh! Pak Aron Alami Penyumbatan pembuluh Darah dan Diabetes
Ngalminah
Rp 1.601.000
50 hari lagi
Tempurung Kepala Anak Saya Dilepas Akibat Kanker Otak
Nafa MAULIAWATY
Rp 37.555.021
81 hari lagi
Kanker Payudara Stadium 4 Menjalar ke Tulang Selangka dan Tulang Ekor Bu Arwin!
arwin tri herawati
Rp 5.720.001
55 hari lagi
