Bantu Harapan Bersama Fauzi
Rp 0 dari Rp 1.000.000
Penggalang Dana
Penerima Donasi
“Aku ingin sekali bertanya kepada anakku, ‘Fauzi sakit di mana, Nak?’ Tapi Fauzi tidak bisa menjawab. Aku hanya bisa melihat wajahnya, menyentuh tubuhnya, mencoba memahami setiap tangisan dan gerakannya. Kalau tubuhnya panas, aku berikan obat sesuai anjuran dan berusaha membuatnya nyaman.”

“Aku seorang ibu dari lima anak, suamiku sudah meninggal dunia sekitar lima tahun lalu. Sejak saat itu, aku harus berjuang sendiri membesarkan anak-anak. Dulu aku masih berusaha bekerja dan berjualan es poco serta dimsum, tapi sejak Fauzi sakit, semuanya berubah.” -Nur Solihat, Orang tua Fauzi-

Enam bulan terakhir menjadi enam bulan paling berat dalam hidupku. Rasanya seperti tidak pernah ada hari yang benar-benar tenang sejak anakku, Fauzi Anwar Ibrahim (7 thn), jatuh sakit. Kini, Ia hanya bisa terbaring lemah di atas kasur.

Tubuhnya semakin kurus, berat badannya sekarang hanya sekitar 12 kilogram. Makan dan minum pun Fauzi harus menggunakan selang. Ia sudah tidak bisa berjalan, tidak bisa berbicara, bahkan untuk sekedar mengatakan bagian tubuh mana yang sakit pun ia tidak mampu.

Penyakit itu datang ketika anakku mengalami demam dan sakit kepala. Awalnya Ia didiagnosa sakit tipes. Namun, kondisi anakku tak kunjung membaik meski sudah diinfus. Sejak itu, aku mulai merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan anakku.

Akhirnya aku membawa anakku ke rumah sakit karena panik luar biasa. Setelah pemeriksaan lebih lanjut, anakku didiagnosa infeksi TB yang sudah menyerang otaknya. Seketika aku bagai kehilangan pijakan ketika mendengar diagnosis itu. Aku sangat takut, tapi aku harus memegang satu keyakinan, yaitu anakku harus sembuh.

Anakku sudah menjalani operasi, yaitu pemasangan selang dari kepala menuju perut untuk membantu mengalirkan cairan yang berlebihan dari otaknya. Aku kira operasi itu akan memberikan harapan sembuh, tapi ternyata anakku justru semakin sering bolak-balik ke rumah sakit.

Pernah anakku dirawat di rumah sakit selama sekitar dua minggu. Tubuhnya tetap panas, dadanya sesak, dan ia kesulitan mengeluarkan dahak. Setelah diperiksa, ternyata ada infeksi pada selang yang dipasang di tubuhnya.

Anakku harus menjalani operasi saat itu, selang yang sebelumnya di kanan harus dipindah ke kiri. Syukurlah, setelah menjalani operasi kedua, anakku sedikit ada perubahan. Ia mulai bisa menangis dan berkeringat. Mungkin bagi orang lain itu hal biasa, tapi tangisan anakku adalah hal besar bagiku. Tandanya Ia masih berjuang dan aku masih ada harapan.

Kini, anakku masih tidak bisa melakukan apapun selain terus menjalani pengobatan. Aku sudah tak lagi bekerja karena anakku tak bisa ditinggalkan sedikit pun. Selama ini aku mengandalkan bantuan keluarga untuk sehari-hari dan pengobatan anakku.

Namun, pengobatannya kian hari makin membengkak. Anakku membutuhkan biaya untuk bolak-balik rumah sakit, obat yang tidak ditanggung BPJS dan kebutuhan lainnya.
#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp 100.000 saja, kita bisa jadi alasan Fauzi tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Fauzi!

Belum ada Donatur terbaru penggalang dana
Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana
Bantu Campaign Lainnya
Enam Tahun Menanggung Derita, Hana Tak Kunjung Sembuh dari Peradangan Usus dan Luka Lambung
Rina Tri Wahyuti
Rp 715.000
73 hari lagi
Operasi Tak Mengakhiri Derita Daffasya, Anakku Bisa Terancam Transplantasi Hati
Septi Permatasari
Rp 840.000
50 hari lagi
30 Kali Kejang dalam Sehari, Syahira Tetap Berjuang Mengejar Tumbuh Kembangnya
Indriyani
Rp 963.000
59 hari lagi
Bermula Kejang 2 Jam, Kini 4 Tahun Anakku Tak Bisa Apapun Akibat Gangguan Otak!
Muhammad Hadi Ramdani
Rp 14.173.001
38 hari lagi
Tatapan Mata Kosong Itu Menjadi Awal Perjuangan Anakku Melawan Gagal Ginjal Stadium 5
Siti Maulida
Rp 1.105.000
411 hari lagi