Benihbaik_2026-05-29_17800275866a1910c244b29.jpeg
Anak

Jatuh Hingga 20 Kali Dalam Sehari, Muammar Berakhir Lumpuh Total!

Rp 10.000 dari Rp 24.325.000

92 hari lagi

Penerima Donasi

anon
Muammar Rajendra Achmad Identitas terverifikasi user
anon
Rekening Penerima Rekening Penerima terverifikasi user
anon
Lokasi Kab. Bekasi

“‘Mimi, aku sakit apa ya?’ Itulah kalimat yang diucapkan anakku dengan terbata-bata sebelum akhirnya ia tak bisa bicara sama sekali. Semua bermula dari anakku yang tiba-tiba sering jatuh berulang kali, bahkan bisa sampai 20 kali dalam sehari. Akibatnya, tubuhnya dipenuhi lebam dan luka.”

“Cobaan hidup semakin berat ketika tiba-tiba suamiku diberhentikan dari pekerjaannya yang selama 20 tahun menjadi satu-satunya sumber nafkah keluarga kami. Di tengah ketakutan kehilangan anak, kami juga kehilangan penghasilan untuk bertahan hidup dan biaya pengobatannya.” -Fifi Fauziah, Orang tua Ammar-

Muammar Rajendra Achmad (10 thn), adalah buah hatiku yang sangat aktif dan ceria di hari-harinya. Tawa dan ocehannya yang dulu selalu memenuhi rumah, kini lenyap begitu saja ketika penyakit itu datang bagai badai yang perlahan merenggut hidupnya.

Awalnya, aku hanya mengira anakku sering terjatuh karena kelelahan akibat kegiatan sekolah. Namun, Ia semakin sering hilang keseimbangan hingga aku membawanya ke rumah sakit. Saat itu, anakku didiagnosa epilepsi, gangguan pada saraf otak yang membuatnya harus rutin mengkonsumsi obat.

Namun, kondisi anakku justru semakin memburuk. Anakku mulai kesulitan berdiri, sebelah tubuhnya melemah, bicaranya mulai pelo lalu perlahan menghilang. Berat badannya turun drastis, daya ingatnya memudar, hingga suatu hari Ia kehilangan kesadaran di hadapanku.

Setelah pemeriksaan lanjutan, ternyata penyakit yang diderita Ammar anakku disebabkan oleh virus campak yang telah menyerang otaknya dan belum ada obatnya.Seketika duniaku runtuh! kenapa cobaan sebesar ini harus dialami anakku yang masih begitu kecil?

Sudah 2 tahun anakku berjuang, kondisinya saat ini mengalami kelumpuhan total. Semua aktivitasnya harus dibantu. Ia tak lagi bisa berbicara, tak mampu berjalan, bahkan untuk makan dan minum pun harus menggunakan selang NGT yang dimasukkan melalui hidungnya.

Setiap kambuh, anakku mengalami kejang hebat, sesak napas, tidak bisa tidur dan hanya bisa menangis untuk menyampaikan rasa sakit yang tak mampu Ia ucapkan. Ia sempat masuk ICU karena sesak napas, aku sempat berpikir untuk mengikhlaskannya pergi karena tak sanggup melihat penderitaannya. Namun, anakku memilih bertahan hidup.

Pengobatan anakku membutuhkan biaya yang besar, tak jarang aku mengalami keputusasaan. Namun, selalu ada pertolongan dari Tuhan untuk pengobatan anakku.  Bahkan pernah suatu hari ada uang masuk ke rekening kami tanpa nama pengirim, hanya tertulis pesan sederhana, “semoga lekas sembuh Ammar.”

Demi pengobatan Ammar, mobil satu-satunya yang digunakan suamiku untuk mencari nafkah terpaksa dijual. Kini suamiku hanya bekerja sebagai sopir panggilan agar keluarga kami tetap bisa bertahan hidup. Meski hidup semakin sulit, kami tidak pernah berhenti berjuang demi Ammar.

Sementara itu, anakku masih membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak ditanggung BPJS, alat medis dan kebutuhan lainnya. 

#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Muammar tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Muammar!

pak

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana

Fundraiser

gamber-fundraiser

Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!

Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.

Jadi Fundraiser

Bantu Campaign Lainnya