Kehilangan Pekerjaan dan Kehabisan Biaya, Aku Berjuang Melawan Kanker Demi Putri Kecilku
Rp 210.000 dari Rp 10.050.000
Penggalang Dana
Penerima Donasi
“Aku pernah ditahap hampir menyerah untuk berobat karena tidak memiliki uang sepeser pun. Aku hanya bisa menangis dalam kebingungan memikirkan nasibku, sementara kanker ganas ini terus menggerogoti tubuhku.”

“Dalam keputusasaan itu, Ibuku datang, membawa cincin emas satu-satunya peninggalan Almarhum Ayahku untuk dijual. Cincin penuh kenangan tentang ayah kini harus dilepas demi memberiku kesempatanku untuk tetap hidup. Hancur rasanya mengetahui Ibuku harus mengorbankan barang berharganya demi aku. Saat itu, aku bertekat bahwa aku harus sembuh!” -Fera Merdekawati, Pasien Kanker-

Sejak divonis kanker payudara pada 2022 silam, aku harus menghadapi rasa sakit yang tak tertahankan. Aku yang dahulu masih sanggup mencari nafkah sendiri sebagai pegawai pabrik, kini kehilangan sumber penghidupanku. Kini, aku lebih banyak terbaring pasrah tak berdaya.

Semua bermula ketika aku sebuah benjolan kenyal muncul di bagian payudara kiriku. Benjolan itu terasa sakit dan tidak nyaman, membuatku khawatir luar biasa. Apalagi setelah mendengar vonis kanker, yang aku rasakan bukan hanya sakit, tapi juga takut, sedih, dan tidak percaya.

Apalagi, aku merupakan seorang ibu tunggal. Pikiranku dipenuhi berbagai pertanyaan tentang masa depan, tentang pengobatan yang harus kujalani dan tentang nasib putriku yang masih begitu kecil. Siapa kelak yang akan terus berjuang memenuhi kebutuhannya? Bagaimana ia akan menjalani hidup tanpa kehadiranku?

Aku sudah menjalani operasi pengangkatan payudara, tapi aku harus tetap menjalani kemoterapi dan berbagai tindakan medis lainnya. Dokter juga merencanakan aku menjalani operasi pengangkatan rahim, tapi kankerku sudah menyebar ke tulang. Rasanya hatiku berguncang! Puluhan kali aku menjalani tindakan medis, tapi penyakit ini semakin parah.

Kini, aku masih harus menjalani kemoterapi tulang dan suntik tulang. Saat penyakitku kambuh, tubuhku bisa terasa begitu lemah hingga aku hanya mampu terbaring. Aku mengalami demam, meriang, pusing, sesak napas, dan rasa sakit yang terkadang tidak tertahankan.

Setiap tiga minggu sekali, aku menjalani kemoterapi, serta kontrol rutin setiap bulan. Aku harus berulang kali menempuh perjalanan jauh dalam kondisi tubuh yang tidak lagi sekuat dahulu, sambil terus memikirkan biaya yang harus disiapkan.

Aku sudah berusaha melakukan berbagai cara agar pengobatanku tidak terhenti. Tabungan yang seharusnya bisa digunakan untuk kebutuhan sekolah putriku terpaksa kupakai. Harta benda yang masih kumiliki perlahan kujual. Aku juga harus meminjam uang kepada saudara.

Namun, sebesar apa pun usaha yang kulakukan, keterbatasan biaya tetap menjadi beban yang terus menghantuiku. Aku masih membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit dari Ciamis ke rumah sakit di Bandung, obat yang tidak ditanggung BPJS dan kebutuhan lainnya.
#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp 100.000 saja, kita bisa jadi alasan Fera tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Fera!

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana
Fundraiser
Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!
Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.
Bantu Campaign Lainnya
Operasi yang Kukira Akan Menyembuhkanku, Justru Membuka Perjuangan Melawan Penyakit Mematikan
Ulan
Rp 983.000
29 hari lagi
Dulu Bisa Bantu Emak dan Bapak Berjualan, Kini Danu Hanya Terbaring dengan Kepala Tertarik Paksa ke Kiri
Danu Wasita
Rp 340.000
83 hari lagi
Kurelakan Ginjal Kiriku untuk Lovely, Kini Ia Kembali Berjuang untuk Transplantasi Kedua
Darlis Romanti
Rp 3.770.000
17 hari lagi
Dulu Aku Menghidupi Keluarga, Kini Aku Hanya Bisa Menanti Keajaiban untuk Sembuh
Bahrul Ulum
Rp 1.000.000
20 hari lagi
Kesempatan Hidup untuk Mereka yang Sedang Berjuang Demi Kesehatan
BenihBaik
Rp 3.610.000
265 hari lagi
