Tak Lagi Kuat Mengais Barang Bekas, Pak Nur Tetap Berjuang Sembuh dari TB Paru
Rp 2.879.000 dari Rp 11.778.966
Penggalang Dana
Penerima Donasi
“Demi bisa pergi ke rumah sakit, aku mencoba mengumpulkan barang-barang bekas untuk dijual. Namun, tubuhku semakin hari semakin lemah, sampai akhirnya aku harus menyerah karena tak sanggup lagi berdiri lama.”

“Sekedar mengangkat galon saja aku tak mampu. Bahkan, sekedar berjalan ke kamar mandi bisa membuat napasaku sesak. Di titik ini, aku benar-benar buntu. Aku tak tahu lagi bagaimana aku harus mencari biaya untuk bertahan hidup, apalagi untuk pengobatanku.”

Perkenalkan, aku Nur Pryambodo (41 thn). Sebelum penyakit ini menjadi mimpi buruk hidupku, aku bekerja sebagai pengemudi ojek online. Meski penghasilanku hanya Rp150 sehari, aku tetap bersyukur karena bisa pulang membawa uang untuk sehari-hari.

Tapi kini, jangankan mencari nafkah, motor sewaan yang selama ini kupakai bekerja pun sudah ditarik oleh aplikasi ojek online. Kondisiku tak lagi memungkinkan untuk bekerja, bahkan berdiri saja sudah tak sanggup.

Penyakit ini datang tiba-tiba saat aku sedang mengantar penumpang, dadaku terasa nyeri hebat yang menjalar sampai ke punggung. Setelah itu, aku mulai batuk tanpa henti, sangat menyiksa siang dan malam. Aku mencoba berobat ke puskesmas, ternyata aku didiagnosa TB Paru.

Sejak itu, tubuhku tidak bisa bangkit dari posisi tidur selama 2 minggu. Bahkan, sekedar ke kamar mandi pun aku harus ngesot perlahan. Melihat kondisiku, tetanggaku langsung panik dan membawaku ke rumah sakit.

Seminggu dirawat di rumah sakit, dokter juga menemukan aku punya asam lambung. Sejak itu, sesak napasku semakin menjadi-jadi hingga aku harus menggunakan oksigen untuk bisa bernapas. Kepalaku juga terasa sering berputar dan menggelap.

Keadaanku saat ini, biaya menjadi ujian terbesar. Dompetku kosong, ada hari ketika aku tidak makan sama sekali, bahkan membeli air minum pun tak sanggup. Listrik rumahku padam karena tak mampu bayar, dan aku hanya bisa berdiam diri dalam gelap, menatap langit-langit kamar sambil menahan sakit.

Selama ini aku bisa bertahan karena ketulusan tetangga-tetanggaku yang sesekali datang membawa sembako atau memberi ongkos untuk pergi berobat. Aku merasa sangat bersyukur, seolah Tuhan menggerakkan hati mereka untuk menolongku.

Pengobatanku masih panjang dan biaya semakin besar. Saat ini aku membutuhkan biaya transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak dicover BPJS, membeli tabung oksigen dan kebutuhan lainnya.
#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Pak Nuh tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Pak Nuh!

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana
Fundraiser
Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!
Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.
Bantu Campaign Lainnya
Pak Harsono Kehilangan Penglihatannya Setelah Bertahun-tahun Sakit Kepala Hebat!
PW NU CARE LAZISNU DI YOGYAKARTA
Rp 698.000
23 hari lagi
Terjatuh dan Pingsan Sendirian di Rumah, Pak Edison Berjuang Melawan TB Paru
Edison Purba
Rp 419.001
34 hari lagi
Leher Nida Menonjol Akibat Tumor Ganas, Menoleh pun Tak Bisa!
Nida Alyanur
Rp 4.528.000
49 hari lagi
Derita Osteogenesis Imperfecta, Tika Sampai 8 Kali Patah Tulang dan Panggul Bergeser
Tika anggraini
Rp 8.528.691
81 hari lagi
Harap Minta Bantuannya
Vanzz X
Rp 0
49 hari lagi
