Benihbaik_2026-08-28_17878903956a910adb5a60e.jpeg
Anak

Baru Berusia 13 Hari, Aflan Harus Jalani Operasi Otak dan Kini Berjuang Melawan Cerebral Palsy

Rp 20.000 dari Rp 11.039.000

86 hari lagi

Penerima Donasi

anon
Aflan almadira johan Identitas terverifikasi user
anon
Rekening Penerima Rekening Penerima terverifikasi user
anon
Lokasi Kab. Bandung

“Anakku lahir dengan kondisi ubun-ubunnya telah tertutup! Dan ketika usianya 10 hari, anakku harus menghadapi kondisi yang mencam nyawanya. Ia tiba-tiba kejang dan muntah, semakin panik lagi hatiku karena anakku menolak untuk menyusu.”

“Kondisinya terus memburuk ketika dibawa ke rumah sakit, kesadarannya mulai menurun dan melakukan tindakan pada anakku. Tubuhnya dipasangi berbagai selang medis termasuk hidungnya yang ditancapkan selang NGT untuk jalut makan dan minumnya. Rasanya begitu mengerikan sampai tubuhku lemas, aku takut kehilangannya!” -Sriyanti, Orang tua Aflan-

Setelah aku melahirkan Aflan Almadira Johan, kebahagiaanku sebagai seorang ibu ternyata harus disertai perjuangan yang begitu berat. Entah berapa banyak doa yang sudah aku panjatkan agar anakku diberi kesempatan oleh Tuhan untuk terus bertahan bersamaku.

Dokter mendiagnosa anakku mengalami pendarahan di otak! Kondisinya sangat darurat karena otaknya mengalami pendarahan. Akhirnya dokter saat itu langsung melakukan operasi pada kepala anakku di usianya yang masih 13 hari.

Anakku yang seharusnya masih berada dalam pelukan ibunya, menyusu dan tidur tenang, malah harus terus-menerus bekerja keras agar terus hidup. Saat itu tidak tahu harus sekuat apa menghadapi keadaan yang menakutkan itu, tapi aku selalu menyerahkan semuanya pada Tuhan.

Syukurlah, anakku masih kembali ke pelukanku. Hingga kini, itu adalah mukjizat luar biasa yang tak pernah aku lupakan. Setelah melewati masa kritisnya, ternyata cobaan belum berakhir. Anakku didiagnosa cerebral palsy (kerusakan otak) dan microcephaly (lingkar kepalanya kecil).

Rehabilitasi dan fisioterapi ke rumah sakit menjadi rutinitas anakku. Kini sudah hampir 3 tahun pengobatan, anakku belum bisa melihat dan melakukan segala aktivitas sendirian. Ototnya sangat kaku, dokter pernah menyampaikan kemungkinan anakku tidak memberikan respons seperti yang diharapkan. 

Rasa sedih tentu tak bisa aku sembunyikan, tapi aku ikhlas menerima semua takdir ini karena rasa cinta pada anakku yang begitu besar. Oleh karena itu, aku terus membawa anakku terapi. Demi menghemat biaya, aku sering membawa anakku ke rumah sakit menggunakan motor.

Suamiku hanya bekerja di bengkel dan kadang kuli bangunan, penghasilannya tidak menentu. Dengan kondisi tersebut, aku dan suami harus berusaha memenuhi kebutuhan sehari-hari Aflan sekaligus memikirkan biaya terapi, transportasi, obat-obatan, serta alat bantu yang dibutuhkannya.

Bahkan, pernah suatu hari aku hendak membawa Aflan ke rumah sakit, tetapi aku tidak memiliki uang untuk ongkos dan makan. Aku benar-benar bingung harus mencari bantuan ke mana. Namun, atas izin Allah SWT, aku dipertemukan dengan salah satu pasien yang kemudian menolongku. Orang tersebut memberikan uang untuk ongkos dan jajanku.

Aku tidak akan pernah melupakan kebaikan itu. Di saat aku merasa begitu kesulitan, Allah mengirimkan pertolongan melalui orang yang bahkan sebelumnya tidak aku kenal. Dari pengalaman tersebut, aku semakin yakin bahwa masih banyak orang baik yang bersedia membantu orang lain yang sedang berada dalam kesulitan.

#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp 100.000 saja, kita bisa jadi alasan Aflan tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Aflan!     

pak

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana

Fundraiser

gamber-fundraiser

Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!

Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.

Jadi Fundraiser

Bantu Campaign Lainnya