Berkali-kali Mengandalkan Receh untuk Membawa Abinawa Berobat, Aku Berharap keajaiban!
Rp 0 dari Rp 18.486.000
Penggalang Dana
Penerima Donasi
“Ada malam aku hanya bisa memeluk tubuh anakku yang demam dan sesak nafas sambil menahan tangis. Aku memberinya obat, mengompresnya, memasangkan alat bantu napas sampai Ia tertidur. Berkali-kali aku berada di situasi berdoa keras agar anakku diberikan kesempatan untuk sembuh.”

“Terkadang, yang paling aku takutkan bukan hanya kondisi anakku yang sakit, tetapi ketika aku membayangkan bagaimana kalau suatu hari nanti aku tidak ada di sampingnya. Siapa yang akan memeluknya ketika napasnya sesak? Siapa yang akan mengerti bahwa tangisnya adalah cara Ia menunjukkan rasa sakit yang Ia rasakan? Anakku tak bisa bicara.” -Ati Rahmayanti, Orang tua Abinawa-

Aku dan suami rasanya sulit menerima kenyataan! Dokter mengatakan anakku, Abinawa Putra Sholih (4 thn), mengalami down syndrom. Ia tampak tampan, lucu dan bersih, sehingga sulit bagiku percaya bahwa Ia berbeda. Seketika pikiranku dipenuhi pertanyaan tentang masa depan anakku.

Memasuki usia 2 bulan, anakku mengalami muntah berkali-kali tanpa henti, seperti kran air yang terus terbuka. Wajahnya pucat, tubuhnya membiru dan napasnya sesak. Saat aku membawanya ke rumah sakit, Ia didiagnosa kebocoran jantung, hipotiroid, dan gizi buruk.

Akibat pernyakit itu, anakku mengalami kesulitan buang air besar, lemah otot, tumbuh kembangnya terhambat. Ia tidak bisa duduk, berjalan, hingga berbicara seperti anak seusianya. Berbagai terapi harus dijalaninya, dalam sebulan Ia harus kontrol rutin hingga 20 kali ke rumah sakit.

Setiap kondisinya lebih mengkhawatirkan dari biasanya, aku akan membawanya ke rumah sakit. Bahkan, hujan deras pun kuterjang dengan perlengkapan seadanya supaya anakku tak kehujanan. Aku takut kehilangan anakku, dia adalah segalanya bagiku.

Demi pengobatan anakku, aku sudah menjual cincin pernikahan, kalung, bahkan motor. Suamiku bekerja mengembangbiakkan penetasan larva ikan patin milik kaka ipar, penghasilannya tak menentu. Makanya, terkadang suamiku mencari penghasilan tambahan menjadi pengemudi ojek.

Tak jarang untuk makan saja aku kesulitan biaya, bahkan aku pernah makan lauk basi yang aku cuci dan goreng kembali. Padahal, aku punya masalah lambung, gerd, tapi harus ku tahan sakitnya karena kadang tak makan. Terkadang aku berutang ke warung, yang penting anakku bisa makan.

Pernah aku mengumpulkan receh untuk membawa anakku ke rumah sakit. Sebelum pergi, aku berdoa agar perjalananku dimudahkan. Lalu, saat di dalam bus, ada seorang lansia memperhatikanku dan bertanya tentang kondisi anakku. Saat mendengar situasiku, beliau tiba-tiba memberikan uang. Keajaiban Tuhan itu ada!

Tak hanya itu pertolongan yang aku rasakan. Pernah saat susu anakku habis, tapi tiba-tiba ada teman yang aku kenal di rumah sakit menawarkan susu. Aku menangis seketika, bayangkan saja, berkali-kali aku diberikan kemudahan di tengah kesulitanku.
Dalam waktu dekat, anakku harus operasi amandel. Sementera itu, kebutuhan anakku terus berjalan. Ia masih membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak ditanggung BPJS, susu dan kebutuhan lainnya.
#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp 100.000 saja, kita bisa jadi alasan Abinawa tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Abinawa!

Belum ada Donatur terbaru penggalang dana
Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana
Fundraiser
Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!
Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.
Bantu Campaign Lainnya
"Kapan Anakku Bisa Berjalan?" Tangis Ibu untuk Rehana yang Alami Cerebral Palsy
Zoleha asadah
Rp 1.430.000
28 hari lagi
Baru Berusia 13 Hari, Aflan Harus Jalani Operasi Otak dan Kini Berjuang Melawan Cerebral Palsy
Sriyanti
Rp 160.001
59 hari lagi
Terbaring Lemah Tak Berdaya, 7 Penyakit Mengintai Nyawa Anak Buruh Tani
Barrackzaugi Zaugi
Rp 24.078.503
50 hari lagi
Tangisan Fauzi Adalah Harapanku, Aku Harus Berjuang Merawat Fauzi yang Infeksi TB Otak
Nur Solihat
Rp 5.260.008
77 hari lagi
Batuk yang Kami Kira Biasa, Ternyata Menyimpan Vonis Jantung Bocor untuk Arsyla
Sumiyati
Rp 815.000
35 hari lagi