25 Kali Jalani Radioterapi Akibat Kanker, Maemunah Tetap Bertahan Demi Anak yang Dicintainya
Rp 0 dari Rp 8.580.000
Penggalang Dana
Penerima Donasi
“Ada satu hal yang selalu membuatku berusaha bertahan, yaitu anakku. Aku masih ingin mendampingi dan mengawasinya. Aku masih ingin melihatnya tumbuh dan menjalani hari-hari bersamanya.”

“Namun, selama menjalani pengobatan ini, aku harus jauh dari kehidupan keluarga. Aku sangat merindukan saat-saat bisa berkumpul bersama keluarga tanpa harus memikirkan rumah sakit, obat, rasa sakit, dan biaya pengobatan.” -Maemunah (52 thn)-

Hampir setiap hari, aku lebih banyak menghabiskan waktu di atas tempat tidur. Untuk bangun saja, tubuhku sudah tidak mampu menopang sendiri. Ketika ingin ke kamar mandi, aku masih harus menggunakan pampers atau pispot. Bahkan untuk makan pun, aku harus selalu dibantu.

Ada kalanya aku hanya terdiam di tempat tidur sambil memandangi keadaan di sekelilingku. Dalam hati, aku sering merindukan diriku yang dulu. Dulu aku bisa melakukan banyak hal sendiri, tetapi sekarang aktivitas sederhana seperti bangun, berdiri, dan berjalan menjadi sesuatu yang begitu sulit kulakukan.

Semua ini terjadi setelah kanker payudara yang menyerang tubuhku dan menyebar ke tulang belakang, dari bagian pangkal paha hingga pangkal leher. Perjalanan panjang ini bermula ketika pinggul kananku mulai terasa sakit.

Awalnya aku hanya merasakan rasa tidak nyaman dan nyeri. Karena sakitnya semakin mengganggu, keluargaku membawaku ke rumah sakit. Aku sempat berada di IGD selama dua hari sebelum akhirnya mendapatkan kamar untuk menjalani rawat inap selama tujuh hari.

Setelah pemeriksaan mendalam, dokter menemukan adanya benjolan pada payudara kanan. Tak pernah ku sangka, aku mengalami kejadian seberat ini. Sampai akhirnya, pada 17 April 2026 aku harus menjalani operasi pengangkatan tumor pada payudara kanan.

Sebagai seorang ibu, tentu aku berharap setelah tumor itu diangkat kondisiku bisa perlahan membaik. Namun, hasil pemeriksaan justru menunjukkan bahwa penyakit yang aku alami sudah menyebar ke tulang belakang, dari bagian pangkal paha hingga pangkal leher.

Sampai saat ini, sudah 25 kali aku menjalani radioterapi pada bagian pinggang, perut atas, dan pangkal leher. Aku juga mendapatkan pengobatan infus untuk tulang yang direncanakan sebanyak 12 kali dan sudah berjalan tiga kali. Selain itu, setiap hari masih ada obat yang harus aku minum.

Suamiku adalah orang yang sampai sekarang terus mendampingiku. Ia bekerja sebagai buruh dengan penghasilan yang terbatas. Aku tahu semua ini sangat berat untuk suamiku. Banyak waktu, tenaga, pikiran, dan biaya yang sudah ia korbankan selama mendampingiku. Tetapi sampai sekarang ia masih terus berusaha agar pengobatanku tidak berhenti.

Kebutuhan semakin banyak, aku membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, obat-obatan yang tidak dtianggung BPJS, vitamin, pampers dan kebutuhan lainnya.
#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp 100.000 saja, kita bisa jadi alasan Maemunah tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Maemunah!

Belum ada Donatur terbaru penggalang dana
Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana
Fundraiser
Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!
Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.
Bantu Campaign Lainnya
Darah Mengalir dari Hidung Pak Suandi, Tak Disangka Tumor dan Stroke Mengubah Hidupnya
suandi
Rp 0
89 hari lagi
Pecah Pembuluh Darah Otak Merenggut Ingatannya, Aku Menjadi Orang Asing di Mata Suamiku Sendiri
Waing
Rp 1.216.000
68 hari lagi
Dimulai dari Rasa Gatal Luar Biasa, Aku Ketahuan Mengalami Kanker Payudara!
Evi Novianti
Rp 14.542.019
1 hari lagi
Operasi yang Kukira Akan Menyembuhkanku, Justru Membuka Perjuangan Melawan Penyakit Mematikan
Ulan
Rp 10.000
77 hari lagi
Sovia Alami Gagal Ginjal Kronis Hingga Harus Cuci Darah Rutin!
Sovia Ningsih
Rp 1.293.003
1 hari lagi