Silvia Kecil Ingin Menyerah karena Patah Tulang dan TB Tulang, Ibunya Berjuang Agar Sembuh
Rp 750.000 dari Rp 4.826.000
Penggalang Dana
Penerima Donasi
“Pernah suatu kali anakku mengatakan, ‘Mah, Silva nyerah ya... Kasihan lihat Mamah harus gendong Silva terus. Silva juga sudah merepotkan Mamah.’ Kalimat itu membuat hatiku hancur. Bagaimana mungkin aku tega mendengar anakku merasa dirinya menjadi beban?”

“Anakku jatuh di kamar mandi! Jeritannya membuatku langsung berlari dalam keadaan panik. Aku melihat tubuhnya terbaring terlentang dan tidak bergerak, rasanya dunia seakan berhenti. Aku langsung melarikannya ke rumah sakit, ternyata anakku mengalami patah tulang! Hatiku sesak, tak sanggup melihat anakku kesakitan luar biasa.” -Yulianti, Orang tua Silvia-

Anakku, Silvia Nabila, sudah menjalani operasi pemasangan pen di punggung belakangnya. Aku berharap setelah tindakan itu anakku bisa berjalan. Tapi ternyata kenyataan begitu kejam, bahkan hingga detik ini anakku belum bisa berjalan sama sekali.

Cobaan ternyata belum selesai karena ternyata ada bakteri Tuberkulosis (TB) menyerang tulang punggung anakku yang patah. Ya Tuhan, penderitaan anakku semakin panjang.
Saat ini, anakku rutin menjalani pengobatan TB serta harus mengkonsumsi obat dan vitamin. Anakku juga harus menjalani terapi medik dan kontrol rutin. Meski nantinya kondisi anakku pulih dan bisa berjalan, tapi dokter mengatakan Ia harus menjalani operasi lepas pen.

Selain itu, anakku membutuhkan asupan gizi yang cukup agar tubuhnya tidak semakin lemah. Dokter menyarankannya agar minum susu, makan telur hingga ikan gabus. Aku selalu ingin yang terbaik untuk anakku, tapi keinginan itu selalu terbentur dengan keadaan.

Aku bekerja mencari barang rongsokan, penghasilanku terbatas dan tak menentu. Aku tetap berusaha mencari rongsokan. Bukan karena hasilnya banyak, tetapi karena aku harus terus berjuang agar anakku bisa pengobatan.

Setiap kali kontrol, anakku harus digendong karena belum memiliki kursi roda. Pernah aku membawanya ke rumah sakit dengan berjalan kaki sejauh 8 km karena benar-benar tidak memiliki ongkos. Pernah juga aku meminjam kursi roda satpam untuk membawa anakku pulang ke rumah.

Ada satu kejadian yang sampai sekarang masih membuat hatiku sakit mengingatnya. Saat menunggu anak di rumah sakit, aku tidak punya uang sama sekali untuk membeli makan. Akhirnya aku mendatangi kamar-kamar pasien yang sudah ditinggalkan, mengambil roti dan makanan tersisa untuk mengganjal perut. Aku tak punya pilihan lain.

Jika ada rezeki, aku berharap dapat membeli kursi roda untuk anakku agar ia lebih mudah dibawa kontrol ke rumah sakit. Anakku juga membutuhkan obat yang tida ditanggung BPJS, popok, susu, telur, ikan, termasuk ikan gabus untuk memenuhi nutrisinya dan kebutuhan lainnya.

#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp 100.000 saja, kita bisa jadi alasan Silvia tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Silvia!

-
Berat Badan Silva Semakin Menurun
Halo #TemanBaik,
Sebagai seorang ibu, saya tidak tega melihat kondisi Silva seperti ini. Saya hanya bisa berusaha semampu saya untuk merawat dan memenuhi kebutuhannya. Penghasilan saya dari mencari barang rongsokan tidak seberapa, sementara sebagian besar habis untuk membeli pampers Silva. Untuk membeli kursi roda pun sampai sekarang belum mampu.
Terkadang Silva ingin bermain seperti anak-anak lainnya, tetapi ia sering merasa jenuh karena lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Saya juga khawatir jika Silva bermain di luar, karena sampai saat ini ia belum bisa berjalan dan takut jika ada teman-temannya yang membully atau mengejek kondisinya. Karena itu, setelah selesai berjemur, Silva biasanya kembali diam di rumah.
Hati saya sebagai ibu terasa sakit melihat Silva harus menjalani semua ini. Saya hanya bisa berharap, di balik setiap kesulitan yang kami lalui, Allah memberikan mukjizat untuk Silva. Semoga suatu hari nanti Silva bisa kembali kuat dan dapat berjalan seperti anak-anak lainnya.
Saat kontrol ke Rumah Sakit, dokter juga selalu menimbang berat badan Silva. Dokter sering bertanya mengapa berat badan Silva semakin turun. Saya hanya bisa menjawab, bagaimana Silva tidak semakin kurus jika sehari-hari ia rutin minum obat, sementara makanan yang bisa kami berikan terkadang hanya nasi dengan kecap. Itu pun sudah sangat kami syukuri.
Dengan kondisi ekonomi kami yang serba terbatas, bisa membeli beras untuk kebutuhan sehari-hari saja sudah menjadi hal yang sangat kami syukuri. Karena itu, bantuan dari #TemanBaik sangat berarti bagi Silva dan keluarga kami.
Dana bantuan dari #TemanBaik digunakan untuk pembelian obat pelancar buang air besar.
Terima kasih kepada #TemanBaik yang sudah membantu dan peduli kepada Silva. Semoga Allah membalas setiap kebaikan dengan kesehatan, keberkahan, dan rezeki yang berlimpah.

2026-09-29 11:17:57
-
Pencairan Dana Rp 60.750
Ke rekening ****056791530 a/n Yulianti
Dana digunakan untuk pembelian obat pelancar buang air besar2026-09-28 11:51:45
Fundraiser
Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!
Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.
Bantu Campaign Lainnya
Bantu Harapan Bersama Fauzi
Dina Diwahana
Rp 0
49 hari lagi
Setelah Kehilangan Anak, Aku Kembali Diuji Melihat Syafa Berjuang Melawan Penyakit
Fitri Suryani
Rp 1.895.003
35 hari lagi
Perjuangan Single Parent Merawat Anaknya yang Menderita Epilepsi
Indriyani
Rp 24.136.505
24 hari lagi
Kejang Usai Imunisasi, Delisa Ternyata Mengidap Jantung Bawaan yang Mengancam Nyawanya
Wice falmitri
Rp 980.000
22 hari lagi
Berkali-kali Mengandalkan Receh untuk Membawa Abinawa Berobat, Aku Berharap keajaiban!
Atirahmayanti 84
Rp 1.755.000
62 hari lagi
