Panggilan Mendesak

camp
Kemanusiaan

Roemah Difabel Butuh Mobil Layanan Bagi Disabilitas

Hai TemanBaik,Komunitas Sahabat Difabel (KSD) Semarang hadir sejak 2014 untuk mendampingi dan memberikan ruang bagi sahabat difabel bisa mengembangkan potensi yang dimiliki. Juga menjadi wadah bagi orangtua para difabel untuk berbagi pengalaman. KSD memiliki rumah untuk berkegiatan di Jl. MT Haryono 266 Semarang Tengah, yang disebut Roemah Difabel atau Roemah D atau RD. Sekitar 75 anggota aktif yang didampingi KSD. Pelayanan KSD menjangkau Sahabat Difa di Semarang dan sekitarnya serta daerah-daerah lain di Jawa Tengah. Salah satu kendala yang dihadapi adalah kesulitan transportasi. Baik untuk memfasilitasi Sahabat Difa yang tinggal cukup jauh dari Roemah D atau juga mengantar Sahabat Difa mengikuti kegiatan di luar Roemah D.“Ada yang tidak bisa ikut kegiatan pelatihan dan pemberdayaan karena kesulitan transportasi. Kami ingin menjemput Sahabat Difa untuk bisa ikut kegiatan pelatihan di Roemah D, agar mereka bisa mendapat pendampingan, bisa mandiri. Juga saat kami diminta mengisi pelatihan di daerah untuk Sahabat Difa, mengisi workshop, atau saat Sahabat Difa diminta tampil di suatu acara,” ujar pendiri KSD, Noviana Dibyantari. KSD membutuhkan dana sebesar Rp 200 juta untuk membeli mobil layanan bagi disabilitas yang bisa digunakan untuk menunjang kegiatan Sahabat Difa dan pelayanan Roemah Difabel Semarang. Ayo berbagi kebaikan dengan Sahabat Difa dan beri kesempatan mereka mengembangkan potensi diri yang dimiliki. Tanam kebaikan selagi masih ada kesempatan.
Dana terkumpul Rp 2.966.106
11 hari lagi Dari Rp 200.000.000
Donasi
camp
Pendidikan

Anak-anak Suku Pedalaman Papua Inginkan Sarana Belajar yang Layak

Hai TemanBaik, suku Korowai adalah salah satu suku di pedalaman Papua. Suku ini tercatat baru melakukan kontak dengan dunia luar sekitar 1978 (National Geographic, 2018). Sebelumnya, mereka hidup terisolir dan tersebar di pedalaman Papua. Sejak mengenal dunia luar, perlahan anak-anak Suku Korowai mencoba mengakses pendidikan formal hingga sekarang. Tapi, persoalannya adalah mereka harus meninggalkan kampung halamannya untuk datang ke kota karena praktis sekolah dan segala fasilitasnya tersedia di kota.Pada 2003, TemanKita Paulus Waroy dan Sarova Kanelak berinisiatif mendirikan Yayasan Pelayanan Injil  yang menaungi Sekolah Dasar Teologia Kristen (SDTK) Yapelin 1 Sota 2 Merauke dan Sekolah Menengah Teologia Kristen (SMTK) Yapelin Merauke.Salah satu misi yang diemban oleh sekolah-sekolah asuhan Yayasan Pelayanan Injil adalah menyediakan akses dan fasilitas pendidikan untuk anak-anak pedalaman Papua. Anak-anak dari Suku Korowai adalah salah satunya.Selama ini, anak-anak yang datang dari pedalaman menempati satu rumah/ asrama sederhana, yang dibangun secara swadaya. Di asrama inilah mereka tinggal dan belajar. Akan tetapi kenyataannya sekarang, kapasitas rumah tersebut tidak bisa lagi menampung jumlah anak yang semakin bertambah.Oleh karena itu, Paulus Waroy dan Sarova Kanelak berencana untuk membangun dua unit asrama yang baru, dua ruang belajar, dan empat unit rumah untuk tempat tinggal guru. Untuk kebutuhan pembangunan ini mereka membutuhkan dana sebesar 300 juta rupiah.#TemanBaik, ayo dukung anak-anak pedalaman Papua agar dapat mengenyam pendidikan dan mencapai mimpi-mimpi mereka. #SalingPeduli, #SalingBerbagi.
Dana terkumpul Rp 28.117.585
6 hari lagi Dari Rp 300.000.000
Donasi
camp
Anak

Yuk Bantu Arjuna Sembuh dari Jantung Bocor

Hai TemanBaik, pasangan suami-istri Sulton Effendy dan Titin Erna Santi lagi kebingungan untuk biaya pengobatan anak mereka, Arjuna Satria yang mengalami jantung bocor. Pertolongan Teman Baik sangat dibutuhkan mereka.Bekerja sebagai buruh bangunan, penghasilan Sulton Effendy terbatas. Untuk memenuhi kebutuhan harian keluarganya saja dia kesulitan, apalagi untuk biaya pengobatan anaknya. Sementara Erna, ibu Arjuna sebagai ibu rumah tangga. TemanKita, Arjuna ketahuan mengalami jantung bocor pada 2017, saat berusia 1,5 tahun. Waktu itu berat badannya sulit naik dan badannya membiru. Dia juga sering mengalami sesak napas. Lantas orangtua Arjuna membawanya periksa ke dokter di daerah Lumajang, Jawa Timur. Setelah jalani pemeriksaan demi pemeriksaan, ketahuan kalau Arjuna menderita jantung bocor dan harus dioperasi. Dokter merujuk Arjuna untuk berobat dan operasi di Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta. Operasi pertama Arjuna dilakukan tahun 2019. Selanjutnya Arjuna harus menjalani persiapan untuk operasi berikutnya.“Perasaan kami nggak bisa dijabarkan…. Sedih, hancur, dan nggak tahu apa yang mau dilakukan. Kami nggak tahu harus bagaimana. Bisanya cuma nangis…,” ujar Erna.Kalau kita ada di posisi orangtua Arjuna, pasti kita merasakan pilu seperti yang mereka rasakan. Bayangkan TemanBaik, anak masih balita jantung bocor dan harus operasi lebih dari satu kali. Belum lagi soal biaya yang tak sedikit yang harus disiapkan. Memang operasinya ditanggung BPJS, tapi ada biaya obat yang tidak ditanggung dan biaya operasional selama pengobatan serta kebutuhan lainnya.“Sebenarnya kami sudah dijadwalkan pemeriksaan untuk persiapan operasi kedua, tapi kondisi nggak memungkinkan. Selain pandemi, juga karena keterbatasan dana. Untuk beli tiket kereta saja belum ada, belum lagi kalau harus rapid test atau tes swab,” kata Erna.Yuk TemanBaik bantu ringankan beban keluarga TemanKita ini agar Arjuna bisa sembuh dan tumbuh sehat. Tanam kebaikan selagi masih ada kesempatan. 
Dana terkumpul Rp 7.016.190
6 hari lagi Dari Rp 28.000.000
Donasi

Pilihan Campaign