Panggilan Mendesak

camp
Anak

Penyakit Kronis Bersarang di Tubuh Ridwan

“Hatiku hancur! Setiap langkah menuju kesembuhan anakku selalu dihantui dengan ujian baru. Setelah berhasil menaklukkan sakit jantung yang hampir merenggut nyawanya, kini Ridwan dinyatakan gagal ginjal stadium akhir!” Muhammad Ridwan (14 thn), bukan hanya anak laki-laki satu-satunya di keluarga yang paling disayangi ibunya, tapi juga satu-satunya yang paling berjuang untuk meraih kata ‘sembuh.’ Awalnya saat usia 10 tahun, Ridwan mengalami sesak nafas.Saat dibawa periksa, dokter mendiagnosa Ridwan mengalami pembengkakan jantung. Tiga tahun Ia berjuang minum obat secara rutin dan bolak-balik rumah sakit, akhirnya Ia dinyatakan sembuh oleh dokter. Bahagia tak terhingga yang dirasakan Ridwan, beban terbesar hidupnya terangkat. Begitupula ibunya, yang sudah hampir merasa lega hingga hal tak diinginkan kembali terjadi.Kondisi kesehatan Ridwan kembali menurun, Ia tiba-tiba sesak nafas disertai muntah darah berwarna pink. Bahkan Ia sampai hilang kesadaran saat dibawa ke rumah sakit. Ternyata gagal ginjal stadium 5 mengintainya! Jantungnya juga sempat dinyatakan bengkak kembali dan paru-parunya terendam. Ia harus mendapat perawatan di ruang PICU. Lantai rumah sakit yang keras dan dingin sering menjadi saksi bisu dari cinta Ibunda Ridwan yang rela menunggu kabar sang anak yang tengah terbaring tak berdaya. Berat sekali hati Ibunya, apalagi Ridwan harus cuci darah tiap 2 kali seminggu! Biaya pengobatan Ridwan semakin berat, Ibunya yang single parent kesulitan finansial. Sementara kondisi Ridwan semakin sering lemas dan pusing. Tidak ada lagi sekolah dan bermain, Ia kini lebih banyak menghabiskan waktu di kasur rumah sakit dengan selang medis tertancap di tubuhnya. Selama ini Ibunya hanya bisa mengandalkan dua anaknya yang lain dalam membiayai pengobatan Ridwan, itupun tak menutupi.  Kadang terpaksa meminjam uang tetangga, kadang tidak makan, menghemat ongkos Ridwan ke rumah sakit. Mencari pekerjaan juga sudah diupayakan, tapi terkendala usia.  Saat ini Ridwan masih membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak dicover BPJS, susu, alat medis dan kebutuhan lainnya.#TemanBaik, mari bantu Ridwan untuk melanjutkan pengobatan dengan cara klik Donasi Sekarang di bawah ini!
Dana terkumpul Rp 5.389.002
9 hari lagi Dari Rp 15.374.000
Donasi
camp
Anak

Kateterisasi Gagal, Fathan Gagal Akibat Kebocoran Jantungnya Meluas

“Operasi kateterisasi jantung anakku dinyatakan gagal! Semua akibat kebocoran jantung anakku sudah meluas hingga 8 mm. Selama seminggu di ruang ICU, anakku juga sempat tak merespon, hingga dokter berkata bahwa anakku mengalami gejala stroke!”“Namun, aku memohon dokter untuk menemui anakku. Saat itu, aku mendekati telinganya dan membisikkan, ‘semangat lawan penyakitnya Nak, mama di depan nungguin kamu.’’ Seketika keajaiban muncul, lidah anakku bergerak, seperti berkata sesuatu. Detik itu juga, mukjizat itu nyata dan aku percaya anakku bisa sembuh.” -Ambar sari, Orang tua Fathan-“Ma sakit,” ucapan sederhana itu terasa seperti pukulan yang menghantam hatiku. Anakku, Muhammad Fathan Al Hanan (2 thn), mengatakan itu sambil memegangi dadanya.  Ia bahkan sering minta minum obat, karena Ia ingin cepat sembuh. Hidup penuh rasa sakit itu dirasakan anakku tak lama setelah Ia lahir. Anakku mendadak diserang demam tinggi yang tak kunjung turun. Saat buang air kecil pun, ia menangis dan menjerit karena kesakitan. Dalam kepanikan, aku membawanya ke klinik, namun seketika ia dirujuk ke rumah sakit besar.Hatiku terasa runtuh ketika dokter mendiagnosa anakku mengalami kebocoran jantung.  Terlebih lagi, ketika aku diberi tahu bahwa ia harus menjalani operasi di Jakarta. Dari mana harus kami mencari biayanya? Suamiku hanya buruh tani, sedangkan aku bekerja mencuci dan menyetrika baju demi menambah penghasilan.Namun demi keselamatan anakku, aku memilih untuk berjuang, sekalipun harus terlilit utang. Syukurlah, operasi penutupan kebocoran jantungnya berjalan lancar. Tapi perjuangan kami belum selesai. Kini anakku masih sering sesak napas, tidurnya gelisah, batuk tak henti, dan napasnya tersengal-sengal.Ia masih harus rutin kontrol ke Jakarta dan menjalani operasi lanjutan. Sementara itu, aku terus berusaha mencari biaya, menghemat apa pun yang bisa dihemat. Sampai beras yang kami miliki terpaksa aku jadikan bubur agar lebih mengenyangkan. Terkadang aku menjual kue dan gorengan demi menambah uang makan sehari-hari.Di luar biaya transportasi ke rumah sakit, anakku juga membutuhkan obat yang tidak ditanggung BPJS, alat bantu pernapasan, susu, dan berbagai kebutuhan lainnya. #TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Fathan tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Fathan!
Dana terkumpul Rp 2.030.002
4 hari lagi Dari Rp 18.850.000
Donasi
camp
Kemanusiaan

Dukung Flying Doctor untuk Menjangkau Kesehatan Masyarakat di Pedalaman

Sebagian wilayah pedalaman Indonesia masih mengalami tantangan besar terhadap akses layanan kesehatan. Banyak masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil sulit untuk mendapatkan akses ke fasilitas kesehatan yang memadai. Flying Doctor atau Dokter Terbang merupakan suatu inisiatif yang dibentuk untuk memberikan pelayanan kesehatan yang cepat dan tepat kepada masyarakat di daerah terpencil yang susah terjangkau. Beberapa tempat yang menjadi daerah prioritas program Dokter Terbang yaitu: 1. Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Oktober 2024 2. Luwu Utara, Sulawesi Selatan, November 2024 3. Rote Ndao, NTT, November 2024 4. Kepulauan Aru, Maluku, Desember 2024Dari keempat wilayah tersebut dengan berbagai isu kesehatan di wilayah pedalaman Indoensia, doctorSHARE berdedikasi untuk memberikan akses kesehatan yang efisien danlengkap kepada masyarakat yang tinggal di daerah terpencil dan terisolasi di Indonesia melalui program Flying Doctor.Tim Dokter Terbang kami terlibat langsung dalam memberikan bantuan medis darurat, melakukan kampanye kesehatan, dan menyediakan pelayanan kesehatan bagi 500 pasien untuk satu lokasi yang sulit dijangkau oleh sistem kesehatan konvensional.Dukungan dan perhatian sahabat dapat membantu program kami untuk menyediakan: 1. Peralatan Medis : Peralatan medis modern dan dapat diandalkan untuk memberikan diagnosis dan perawatan yang tepat kepada pasien. Serta memastikan bahwa kami memiliki persediaan obat-obatan yang cukup. 2. Pendidikan dan Pelatihan : Pelayanan medis 500 pasien, 10 opersi mayor, 20 operasi minor, 50 pemeriksaan USG dan antenatal. Serta pelatihan dokter kecil di setiap lokasi. 3. Operasional Lapangan : Biaya operasional termasuk transportasi udara, logistik medis, dan administrasi lapangan. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memastikan kelancaran operasi di lapangan, sehingga kami dapat merespons dengan cepat dan efisien dalam setiap situasi darurat#TemanBaik bisa ikut kontribusi membangun RSA dr Lie Dharmawan II, dengan cara Donasi Sekarang di bawah ini
Dana terkumpul Rp 6.057.003
8 hari lagi Dari Rp 1.522.950.000
Donasi

Pilihan Campaign