Panggilan Mendesak

camp
Anak

Hampir Setiap Malam Kejang Yosa Ingin Sembuh dan Mimpi Indah

Hai TemanBaik!Kenalin namaku Yosa, aku tinggal di rumah bareng ayah, ibu dan saudara kembarku Yosi. Sepertinya, hampir setiap malam waktu tidur mereka terganggu karena aku tiba-tiba demam kejang.Waktu pertama aku ngalamin ini Ayah panik banget, katanya sekujur badanku kaku dan aku merintih kesakitan. Akhirnya, ayah dan ibu bawa ke rumah sakit di daerah Cirebon deket rumahku.Sesampainya di rumah sakit, aku dibawa ke ruang NICU dan diperiksa. Kata dokter aku menderita Febris Convulsion, penyakit ini yang membuatku mendadak demam tinggi dan kejang-kejang setiap malam.Sejak aku divonis penyakit ini 3 tahun yang lalu, bukan cuma waktu tidur ayah dan ibu aja yang terbatas, tapi waktu mainku juga terbatas. Ayah dan ibu bilang kalau sore hari aku main pasti malemnya aku bakal demam dan kejang.Ayah juga sudah berbagai macam cara supaya aku bisa sembuh, sampai-sampai Ayah pernah jual aset yang dia punya. Padahal, itu untuk tabungan untuk sekolah aku dan kembaranku.Ayah juga sempat cerita kalau dia pernah bawaku ke rumah sakit cuma bawa uang seadanya. Karena tabungan ayah sudah habis untuk pengobatan dan terapi setiap bulan.Ayah yang hanya bekerja menjual aksesoris mainan tentunya kesulitan untuk memenuhi biaya pengobatan rumah sakit, ditambah sekarang lagi pandemi dikit sekali yang memesan.Aku mau minta tolong ke TemanBaik untuk bantu ringankan beban orang tuaku, karena aku mau sembuh, aku gamau setiap malam ayah dan ibu terbangun karena penyakitku ini dan aku mau kembali bermain normal seperti anak-anak yg lain.
Dana terkumpul Rp 5.331.175
15 hari lagi Dari Rp 20.000.000
Donasi
camp
Anak

Bantu Sahrul Sembuh dari Kerusakan Hati

Hai TemanBaik, nama saya Muhvida Sari, bekerja sebagai pedagang makanan. Anak saya, Sahrul didiagnosis atresia bilier atau kerusakan hati tapi diagnosis ini belum tegak, masih terus pemeriksaan. Kondisi ekonomi keluarga membuat saya mengalami kesulitan untuk biaya pengobatan dan kebutuhan hidup.Gejala awal yang dialami Sahrul yakni kulit dan mata kuning saat usia 3 bulan dan makin kuning pada usia 5 bulan. Bahkan sempat ada semacam benjolan di bagian tulang belakang. Saya dan suami segera membawa Sahrul berobat ke Puskesmas. Dokter merujuk Sahrul ke RS Hermina Depok. Kemudian anak saya dirujuk ke RSCM Jakarta. Dokter mendiagnosis anak saya atresia bilier tapi diagnosis ini belum tegak. Katanya Sahrul butuh cangkok hati karena kerusakan hati yang dialami. Selain tubuh dan mata kuning, perut Sahrul membesar dan berat badan menurun. Dan kata dokter ada cairan di sekitar hati. Anak saya harus jalani kontrol rutin dan harus lakukan biopsi. Belum lama anak saya dirawat inap di rumah sakit karena diare berkepanjangan.Sahrul harus rutin berobat ke rumah sakit tiap minggu, cek darah di laboratorium, dan harus menggunakan selang untuk membantunya minum. Saat mengetahui kondisi anak saya ini rasanya seperti tersambar petir di siang bolong. Saya dan suami syok. Kami ingin anak kami sembuh. TemanBaik, ayo kita bantu Sahrul agar bisa jalani pengobatan dan mendapat penanganan intensif. Tanam kebaikan selagi masih ada kesempatan:1. Klik “Donasi Sekarang”2. Isi nominal donasi3. Pilih berdonasi dengan apa. Lebih praktis dengan OVO, DANA, LinkAja, ShopeePay, GoPay, Sakuku, BRI E-Pay dan BCA Klik-Pay. Bisa juga lewat transfer antarbank (BRI, Mandiri, BCA, BNI).Jangan lupa bagikan link galang dana ini di Facebook, Twitter atau Instagram kamu. FORWARD juga ke sahabat dan kerabat kamu di Whatsapp, Telegram, dll.
Dana terkumpul Rp 68.275.326
4 hari lagi Dari Rp 100.000.000
Donasi
camp
Kemanusiaan

Paket Isolasi Mandiri di Rumah untuk Pasien Covid-19 Kelompok Rentan

Jelang pelonggaran PPKM Level 4, kasus Covid-19 di Indonesia kembali meningkat, bahkan hampir menembus 50.000 kasus. Hal ini mengakibatkan banyak rumah sakit tak bisa lagi menerima pasien karena sudah melebihi kapasitas. Sehingga, banyak pasien Covid-19, yang melakukan isolasi mandiri di rumah. Bukan hanya yang tanpa gejala, tapi juga yang bergejala ringan, juga pasien-pasien kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan difabel. Kita tahu bahwa kasus positif pada anak-anak melonjak, jumlah kasus positif Covid-19 hingga 13 Juli 2021 menunjukan sekitar 328 ribu anak berusia 0 – 18 tahun terkonfirmasi Covid-19. Data dari data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga mencatat setidaknya satu dari delapan kasus Covid-19 terjadi pada anak. Begitu juga dengan ibu hamil dan difabel, di mana mereka termasuk kelompok rentan di masa pandemi ini. Mari sediakan Paket Isolasi Mandiri di Rumah untuk mereka, agar mereka bisa pulih dengan cepat. Isi paket Isolasi Mandiri ini sebagai berikut :MaduMultivitaminHandsanitizer MaskerBuah-buahanMainan untuk Anak-anakKamu bisa membantu menyediakan paket Isolasi mandiri ini dengan memberikan donasi terbaikmu dan bergabung dalam gerakan #SolusiPeduli dengan cara:Klik “Donasi Sekarang”Isi NominalnyaPilih Metodenya. Donasi bisa lewat OVO, DANA, LinkAja, BCA KlikPay, KlikBCA, BRI E-Pay Sakuku, Go-Pay dll. Bisa juga lewat Transfer Bank (BCA, Mandiri, BRI, BNI) atau lewat Kartu Kredit.
Dana terkumpul Rp 880.044
5 hari lagi Dari Rp 50.000.000
Donasi

Pilihan Campaign