Panggilan Mendesak

camp
Pendidikan

Marcel dan Michel Tak Ingin Putus Sekolah

Saya cuma buruh serabutan pak... Mohon bantu saya agar anak-anak saya bisa tuntas dapat pendidikan dasarHasil Survei Sosial-Ekonomi Nasional memperlihatkan angka putus sekolah di Indonesia masih tergolong mengkhawatirkan. Menurut UNICEF, faktor ekonomi keluarga adalah alasan utama anak-anak putus sekolah. Anak-anak dari 20 persen keluarga termiskin hampir lima kali lebih mungkin untuk tidak masuk SD dan SMP, dibandingkan 20 persen dari keluarga terkaya. Kondisi ekonomi keluarga memiliki dampak paling signifikan terhadap kehadiran anak-anak usia sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Faktor ekonomi juga yang membuat Marcel dan Michel terancam tak bisa bersekolah. Sebentar lagi Marcel akan masuk sekolah, sedangkan Michel adiknya akan masuk taman kanak-kanak. Kemarin (10/03/2020) bapaknya yang bernama Raymond Hutagalung bertemu dengan saya. Bapak ini bercerita tentang kondisi keluarganya. Sebenarnya Pak Raymond bekerja sebagai buruh, akan tetapi karena harus mengurus Michel (si bungsu) ke rumah sakit, sekarang ini dia bekerja serabutan.Saya mengusulkan agar dia coba menggalang dana untuk biaya pendidikan kedua anaknya di BenihBaik.com Jumlah yang dibutuhkan untuk pendidikan Marcel dan Michel sebesar Rp 20 juta. Uang ini akan digunakan untuk mendaftar sekolah, membeli baju dan buku sekolah dan membiayai SPP.Semoga TemanBaik dapat membantu Pak Raymond dan anak-anaknya. Ayo #TanamKebaikan agar Marcel dan Michel dapat kesempatan menuntut ilmu, sehingga di kemudian hari kehidupan mereka jauh lebih baik. KLIK Donasi sekarang, bisa lewat OVO, bisa lewat DANA, bisa lewat LINKAJA, atau lewat Transfer Bank. Jangan lupa juga untuk SHARE Cerita Ini di media sosial TemanBaik.  (SID)
Dana terkumpul Rp 10.646.132
9 hari lagi Dari Rp 20.000.000
Donasi
camp
Anak

Pengobatan untuk Er Lang Lawan Infeksi Saluran Pernapasan

Akhir tahun 2020 menjadi tahun yang paling bahagia bagi Bu Desih dan Pak Budi, bagaimana tidak, pada tanggal 1 Desember 2020 mereka dikaruniai putra kecil bernama Er Lang. Namun, kebahagiaan mereka tidak berlangsung lama. Saat usia Er Lang menginjak 4 bulan, dia mengalami batuk disertai sesak napas. Setelah diperiksa, kata dokter Er Lang menderita infeksi saluran pernapasan.Bu Desih dan Pak Budi sangat takut Er Lang tidak bisa bertahan hidup, karena selama ini hidupnya ditopang oleh ventilator dan infus. Er Lang sangat butuh mukjizat Tuhan agar bisa terus bernapas dengan paru-parunya yang mengalami penumpukan cairan.Untuk menyelamatkan buah hatinya dari infeksi saluran pernapasan, Bu Desih dan Pak Budi harus mengeluarkan biaya puluhan juta rupiah. Sementara, kondisi ekonomi sedang mengalami kesulitan. Tak hanya untuk biaya pengobatan Er Lang di rumah sakit, mereka juga harus memikirkan kebutuhan pokok sehari-hari.Upah yang didapat Bu Desih yang bekerja sebagai buruh cuci dan Pak Budi sebagai sopir angkot masih jauh dari kata cukup, mereka bingung harus mendapatkan uang puluhan juta dari mana. Bu Desih dan Pak Budi ingin sekali memeluk dan melihat anaknya bisa sembuh dari penyakitnya.Besar harapan mereka untuk Er Lang bisa terus melanjutkan pengobatan di rumah sakit. Sedikit bantuan dari #TemanBaik memberikan secarik harapan untuk Bu Desih dan Pak Budi, mari kita sama-sama ulurkan tangan dengan cara:Klik “Donasi Sekarang”Isi nominal donasiPilih metode pembayaran, kalau ingin lebih praktis kamu bisa berdonasi dengan OVO, DANA, LinkAja, ShopeePay, GoPay, Sakuku, BRI E-Pay dan BCA Klik-Pay, atau kamu juga bisa berdonasi dengan cara transfer antar bank (BRI, Mandiri, BCA, BNI).
Dana terkumpul Rp 605.000
8 hari lagi Dari Rp 50.000.000
Donasi
camp
Pendidikan

Hadirkan Lebih Banyak Pengajar Muda untuk Anak-Anak di Kayong Utara, Kalbar

Di Pelosok Daerah Indonesia, salah satunya di Dusun Rembayan, Batu Barat, Kecamatan Simpang Hilir, Kayong Utara, Kalimantan Barat, tenaga pengajar masih sangat minim. Siti Shofiyyah adalah salah satu Pengajar Muda dari Indonesia Mengajar yang kini mendedikasikan diri untuk memberikan manfaat dan ilmu bagi anak-anak di sana. Terhitung sejak 2009, Indonesia Mengajar (IM) telah menemani, mengupayakan, serta mengajak semua lapisan masyarakat untuk turun tangan memajukan pendidikan di Indonesia. Layaknya guru, para pengajar muda tidak hanya untuk mengajar materi pelajaran sekolah saja, mereka juga berupaya dalam mendorong tumbuhnya kebaikan kecil di sekitar masyarakat.Salah satunya adalah Siti Shofiyyah atau akrab disapa Shofi, seorang pengajar muda angkatan XXI yang juga menjadi pengajar muda pertama di Dusun Rembayan. Pertama kali Shofi menginjakkan kaki di Dusun Rembayan, surau di depan tempat tinggalnya masih sepi. Adzan pun tidak selalu terdengar. Sesekali, sayup-sayup suara adzan hanya berkumandang ketika waktu Maghrib dan Isya saja.Hari berganti, anak-anak yang mengaji di rumah diminta Shofi untuk salat di surau. Setelah itu, surau bertambah ramai, kebiasaan-kebiasaan baik kian bertumbuh di dusun tempat tinggalnya."Bu, baca bu tulisan di baju kami, ‘Ayo Salat’.” Seru seorang anak ketika menghampiri Shofi yang biasanya beribadah di rumah, sembari menunjukkan bagian belakang bajunya. Anak lain menambahkan, “Bu, besok salat di sini lagi, ya!”, setelah Shofi menyusul mereka di surau dan selesai menunaikan salat.Hal ini memberikan pembelajaran tersendiri bagi Shofi. Dia makin tergerak untuk melakukan hal-hal baru an tentunya bermanfaat bagi anak didiknya. Pada akhirnya, Shofi menyadari diperlukan sosok yang dapat mengayomi anak-anak tersebut dalam menanamkan kebiasan baik yang nantinya akan melahirkan karakteristik yang baik demi kemajuan Indonesia. Shofi mengajak TemanBaik semua untuk menemaninya berjuang dan juga menghadirkan lebih banyak lagi Pengajar Muda untuk anak-anak di Kayong Utara dan daerah pelosok lainnya di Indonesia. Yuk kita bantu wujudkan lebih banyak lagi pengajar muda untuk anak-anak di Indonesia dengan cara: Klik “Donasi Sekarang”Isi nominal donasiBoleh memilih donasi lewat mana saja, bisa dengan OVO, DANA, LinkAja, ShopeePay, GoPay, Sakuku, BRI E-Pay dan BCA Klik-Pay. Bisa juga lewat transfer antarbank (BRI, Mandiri, BCA, BNI).
Dana terkumpul Rp 7.520.153
15 hari lagi Dari Rp 101.000.000
Donasi

Pilihan Campaign