Panggilan Mendesak

camp
Kesehatan

Berjuang Pengobatan Jantung, Pak Subandi Malah Mengalami Pendarahan Otak!

“Aku pernah berada diambang kematian! Pendarahan otak menyerangku setelah aku meminum obat pengencer darah akibat sakit jantung. Setengah liter darah dikeluarkan dari kepalaku, dokter bahkan mengatakan harapanku untuk sembuh sangat kecil. Namun, aku memilih bertahan!”“Aku masih ingin terus hidup, menyaksikan cucuku tumbuh dewasa. Namun, sedih dan gelisah tetap membayangiku, karena tubuhku tak mampu lagi mencari nafkah untuk pengobatanku. Bahkan, kebutuhan sehari-hari pun aku mengandalkan bantuan saudara yang ada rezeki lebih. Sementara pengobatanku butuh biaya yang besar.” Aku Subandi (62 thn), sudah 18 tahun lamanya aku berjuang melawan penyakit jantung. Namun, perlahan kondisiku justru semakin memburuk. Usaha konveksi kain yang dulu kubangun dengan penuh harapan terpaksa berhenti, karena tubuhku tak sanggup lagi bekerja. Meski penyakit ini berdampingan dengan kematian, tapi aku tak akan pernah menyerah untuk sembuh. Setiap hari aku berupaya berjalan kaki dan berjemur di bawah sinar matahari agar kondisiku lebih baik, minum obat tepat waktu hingga rutin kontrol ke rumah sakit. Semua bermula saat usiaku 44 tahun, hari yang menjadi awal mimpi burukku. Tiba-tiba aku sering mengalami sesak napas hebat hingga dilarikan ke rumah sakit. Di sanalah aku mengetahui bahwa aku sakit jantung. Aku luar biasa terpukul, takut penyakit ganas itu ada di tubuhku.Hidupku tak lagi sama, aku kini bergantung pada alat bantu napas oksigen yang aku sewa setiap bulan. Hari-hariku lebih banyak terbaring di kasur. Berjalan ke kamar mandi pun aku sudah tak sanggup, hingga terpaksa menggunakan pampers.Aku sangat bersyukur memiliki istri dan anak yang merawatku dengan penuh kesabaran dan ketulusan. Namun, aku juga merasa bersalah karena tidak bisa mencari nafkah dan sering merepotkan mereka. Mereka adalah tanggung jawabku, tapi kini malah aku yang menjadi beban. Aku takut keluargaku runtuh karena keterbatasanku.Semua aset yang kumiliki sudah aku jual untuk biaya pengobatan selama ini. Sekarang keuanganku terbatas, untuk membiayai transportasi ke beberapa poli rumah sakit, obat yang tidak dicover BPJS, pampers, menyewa tabung oksigen dan kebutuhan lainnya. #TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Pak Subandi tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup  Pak Subandi!
Dana terkumpul Rp 2.706.000
2 hari lagi Dari Rp 6.480.000
Donasi
camp
Kemanusiaan

Mari Bangkitkan Harapan Pendidikan untuk Anak-anak Korban Banjir Sumatra

Banjir itu datang begitu cepat. Dalam satu malam, air merendam rumah-rumah di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat. Namun yang ikut tenggelam bukan hanya dinding dan perabot, melainkan rutinitas belajar dan mimpi anak-anak.Buku pelajaran hanyut bersama arus. Seragam sekolah basah, robek, dan tak lagi bisa dipakai. Tas dan sepatu hilang entah ke mana. Ruang kelas berubah menjadi genangan lumpur. Sejak hari itu, sekolah bukan lagi tempat yang bisa mereka datangi.Di posko pengungsian, anak-anak duduk berjejal bersama keluarga mereka. Tidak ada meja belajar, tidak ada buku, tidak ada papan tulis. Hal yang ada hanya rasa lelah, dingin, dan trauma. Beberapa anak masih terbangun di malam hari karena takut mendengar suara hujan. Namun di balik ketakutan itu, ada satu hal yang tetap mereka simpan erat keinginan untuk tetap sekolah. Oleh karena itu, BenihBaik.com dan Eurocham Indonesia ingin mengajak member Eurocham untuk berdonasi demi pendidikan anak-anak korban banjir Sumatra. Bagi anak-anak korban banjir, pendidikan bukan sekadar kegiatan belajar, tapi harapan untuk bangkit. Tanpa dukungan, mereka berisiko tertinggal pelajaran, kehilangan semangat belajar, bahkan terpaksa putus sekolah karena orang tua harus memprioritaskan kebutuhan bertahan hidup.Padahal, satu bencana seharusnya tidak menghapus masa depan mereka. Saat ini, banyak anak korban banjir sangat membutuhkan dukungan pendidikan darurat. Mulai dari gedung tempat belajar, perlengkapan sekolah, kegiatan penyembuhan trauma anak akibat bencana, dan lainnya.#TemanBaik, kita bisa membantu menjaga mimpi mereka tetap hidup. Duit Rp100.000 yang kita sisihkan dapat menjadi langkah awal agar anak-anak korban banjir Sumatra kembali, kembali menulis cita-cita dan kembali percaya bahwa masa depan mereka masih ada dengan cara klik Donasi Sekarang di bawah ini!
Dana terkumpul Rp 100.791.023
12 hari lagi Dari Rp 500.000.000
Donasi
camp
Kemanusiaan

Dukung Flying Doctor untuk Menjangkau Kesehatan Masyarakat di Pedalaman

Sebagian wilayah pedalaman Indonesia masih mengalami tantangan besar terhadap akses layanan kesehatan. Banyak masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil sulit untuk mendapatkan akses ke fasilitas kesehatan yang memadai. Flying Doctor atau Dokter Terbang merupakan suatu inisiatif yang dibentuk untuk memberikan pelayanan kesehatan yang cepat dan tepat kepada masyarakat di daerah terpencil yang susah terjangkau. Beberapa tempat yang menjadi daerah prioritas program Dokter Terbang yaitu: 1. Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Oktober 2024 2. Luwu Utara, Sulawesi Selatan, November 2024 3. Rote Ndao, NTT, November 2024 4. Kepulauan Aru, Maluku, Desember 2024Dari keempat wilayah tersebut dengan berbagai isu kesehatan di wilayah pedalaman Indoensia, doctorSHARE berdedikasi untuk memberikan akses kesehatan yang efisien danlengkap kepada masyarakat yang tinggal di daerah terpencil dan terisolasi di Indonesia melalui program Flying Doctor.Tim Dokter Terbang kami terlibat langsung dalam memberikan bantuan medis darurat, melakukan kampanye kesehatan, dan menyediakan pelayanan kesehatan bagi 500 pasien untuk satu lokasi yang sulit dijangkau oleh sistem kesehatan konvensional.Dukungan dan perhatian sahabat dapat membantu program kami untuk menyediakan: 1. Peralatan Medis : Peralatan medis modern dan dapat diandalkan untuk memberikan diagnosis dan perawatan yang tepat kepada pasien. Serta memastikan bahwa kami memiliki persediaan obat-obatan yang cukup. 2. Pendidikan dan Pelatihan : Pelayanan medis 500 pasien, 10 opersi mayor, 20 operasi minor, 50 pemeriksaan USG dan antenatal. Serta pelatihan dokter kecil di setiap lokasi. 3. Operasional Lapangan : Biaya operasional termasuk transportasi udara, logistik medis, dan administrasi lapangan. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memastikan kelancaran operasi di lapangan, sehingga kami dapat merespons dengan cepat dan efisien dalam setiap situasi darurat#TemanBaik bisa ikut kontribusi membangun RSA dr Lie Dharmawan II, dengan cara Donasi Sekarang di bawah ini
Dana terkumpul Rp 10.560.003
2 hari lagi Dari Rp 1.522.950.000
Donasi

Pilihan Campaign