Kategori Campaign
Panggilan Mendesak
Hewan
54 Ekor Anjing di Hello Dogs Bali Perlu Perhatian Kita Semua!
“Aku pernah menemukan seekor anjing malang dengan kondisi tanpa rahang bawah dan tanpa mata. Ia kesulitan untuk makan, tubuhnya ringkih, bahkan Ia menabrak apapun yang ada di hadapannya karena tak mampu melihat arah. Tapi Ia tetap terus berjuang dan bertahan hidup.”“Sejak saat itu aku percaya, setiap anjing terlantar juga berhak merasakan hidup yang layak, tanpa rasa lapar dan takut. Namun kenyataannya, merawat anjing liar bukanlah hal mudah. Jumlah mereka terus bertambah, mereka membutuhkan makan setiap hari, obat, vaksin dan biaya perawatan yang terus meningkat…”Perkenalkan, aku I Ketut Suarnata, pengurus shelter hewan Hello Dogs, yang berlokasi di kawasan Jalan Permata, Mumbul, Benoa, Badung Bali. Shelter ini telah menjadi rumah bagi 54 ekor anjing terlantar. Di sini, mereka tidak hanya diberi makan, tapi juga diperlakukan layaknya keluarga sendiri.Awalnya, aku tak pernah menyangka hidupku akan begitu dekat dengan anjing. Bermula ketika aku yang saat itu telah menikah sekitar 5 tahun, tapi tak kunjung dikaruniai buah hati. Hingga rekan kerjaku menyarankan agar aku memelihara anjing dahulu, untuk membuat rumah semakin hangat. Anjing pertamaku datang dalam kondisi mengenaskan, kulitnya rusak dan hampir tak ada harapan. Tapi aku merawatnya dengan penuh kasih, setiap hari kuberi obat hingga Ia jadi anjing yang cantik. Sejak itu, setiap aku melihat anjing yang terlantar, aku berpikir mereka bisa cantik kembali jika disayangi.Sejak itu, aku mulai menolong anjing sakit yang aku temui di jalanan sepi, tumpukan sampah, pasar, hingga kuburan. Banyak dari mereka datang dengan luka parah, bahkan ada yang matanya lepas karena diserang anjing lain.Lama-kelamaan, aku pun jadi menyayangi anjing terlantar ini dan tak tega untuk mengembalikannya ke jalanan. Aku sudah berupaya mencarikan rumah, tapi tak ada yang mengadopsi anjing tersebut. Akhirnya, aku memutuskan untuk menampung anjing terlantar ini.Saat ini, anjing yang berada di shelter 80% dalam kondisi sehat. Namun, kebutuhan anabul terus meningkat, apalagi istriku baru saja lahiran. Pekerjaanku sehari-hari pengemudi mobil online, segala kebutuhan anjing biasanya dari gajiku selama ini.Kadang ada donatur atau influencer yang membantu, tapi tidak selalu. Sementara anjing di shelter saat ini masih membutuhkan biaya untuk makan, membeli vitamin, obat-obatan, vaksin dan kebutuhan lainnya. #TemanBaik, yuk bantu anjing terlantar di Hello Dogs Bali agar bisa hidup dengan layak dengan cara klik Donasi Sekarang di bawah ini!
Dana terkumpul
Rp 8.122.051
11 hari lagi
Dari Rp 21.360.000
Donasi
Anak
Nyawanya Terancam! Dareen Harus Segera Operasi Jantung ke Jakarta
“Belum sembuh rasa traumaku karena kehilangan nyawa anakku, tapi kini aku harus menghadapi ketakutan yang sama. Bayi yang baru saja aku lahirkan mengalami mengalami penyakit yang sama seperti kakaknya yang telah lebih dulu berpulang akibat kelainan jantung bawaan.”“Teringat lagi aku perjuangan dulu, saat aku harus tidur 14 hari di ruang tunggu rumah sakit karena tak punya cukup uang untuk sewa tempat tinggal. Kini kondisinya sama, aku harus tergesa meminjam uang sana-sini untuk membeli tabung oksigen untuk anakku yang sesak napas. Hatiku terus berdoa, semoga Tuhan kali ini memberi akhir yang berbeda.” -Vera Anggraini, Ibunda Dareen-Sejak lahir, sesak napas sudah menyerang anakku, Muhammad Dareen Arrayyan Taysir (21 hari). Awalnya dokter bilang ada masalah pada paru-paru anakku, sehingga anakku harus menginap di dalam inkubator rumah sakit. Aku bahkan belum sempat menyentuh wajah mungilnya, tapi anak yang baru kudengar tangisnya ini hanya bisa ku pandang dari luar kotak kaca dengan selang di hidungnya untuk bisa bernapas. Aku hanya bisa berdiri menatapnya dan terus berdoa agar Tuhan memberi keajaiban untuknya.Namun, harapanku berubah menjadi pahit ketika dokter mendapati jantung anakku terdengar bising. Ia juga harus menjalani transfusi darah karena protein dalam sel darah merahnya menurun. Bahkan, anakku harus pindah ke rumah sakit yang lebih besar untuk pemeriksaan lanjutan. Hingga akhirnya diagnosa kelainan jantung itu datang pada anakku, rasanya bagai disambar petir! Tubuhku gemetar, air mataku tak terbendung. Ingatan tentang anakku yang telah tiada dulu kembali berputar di kepala, membuat dadaku sesak. Tapi kali ini, aku tak boleh menyerah demi Dareen.Dokter bilang Dareen harus segera dioperasi di Jakarta. Tapi bagaimana caranya? Aku bahkan tak punya cukup uang untuk biaya keberangkatan dari Pekanbaru, apalagi biaya selama di sana. Semua tabungan selama ini sudah habis untuk pengobatan anakku sebelumnya yang telah berpulang.Kini, aku bahkan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan anakku yang bergantung dengan 3 tabung oksigen sehari dan selang NGT sebagai jalur makannya. Suamiku bekerja sebagai buruh bongkar barang, penghasilannya terbatas dan juga digunakan untuk menghidupi 6 anggota keluarga.Itupun suamiku tak bisa bekerja karena juga harus ikut mendampingi anak kami yang kami pengobatan. Sementara anakku membutuhkan biaya untuk berangkat ke Jakarta, membeli obat dan alat medis yang tidak dicover BPJS, dan kebutuhan lainnya selama di perantauan.#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Dareen tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Dareen!
Dana terkumpul
Rp 3.523.002
5 hari lagi
Dari Rp 34.957.000
Donasi
Kesehatan
Bermula dari Tumor, Evi Didiagnosa Kanker Paru-paru Stadium Akhir!
“Berawal dari kejadian sederhana saat menjemput anak pulang sekolah, jariku terkilir ketika membuka jendela angkot. Ada bunyi seperti tulang retak, sakitnya tak tertahankan! Selama 3 bulan aku terapi pijat, tapi justru jariku semakin membengkak!”“Siapa sangka, dokter rumah sakit bilang ada tumor di jariku! Tapi ada kecurigaan lain, setelah pemeriksaan lanjutan, aku dinyatakan kanker paru-paru stadium 4! duniaku seketika runtuh dalam sekejap” -Evi Rahmawati (41 thn)-Aku pernah hampir putus asa, karena tak sanggup menahan sakit ini. Tak hanya di jariku, sakit juga tiba-tiba muncul pada pinggangku. Bagai mimpi tanpa henti, ternyata aku didiagnosa mengalami penyempitan tulang belakang sehingga sarafku terjepit.Tumor ganas di jariku pun semakin mengkhawatirkan, hingga dokter menyarankan amputasi. Namun, berat bagiku untuk kehilangan anggota tubuh. Akhirnya, dokter pun memutuskan untuk operasi pengangkatan tumor, serta rekonstruksi tulang jariku diganti dengan tulang betis.Kini, aku pun mulai menjalani kemoterapi. Syukurlah, sakit di pinggangku mulai berkurang. Aku lebih banyak menghabiskan waktu dengan berbaring, karena masih terasa sakit untuk duduk atau banyak bergerak. Segala aktivitasku dibantu suami.Sejak pengobatan, aku jadi semangat untuk sembuh. Apalagi suami selalu sabar merawatku dan aku masih memiliki 3 anak yang masih membutuhkan kehadiranku sebagai ibuya. Meski kadang aku harus minum obat pereda nyeri jika kambuh, atau menyaksikan rambutku yang rontok akibat kemoterapi.Namun, perjuangan ini tidaklah mudah. Biaya pengobatan dan kebutuhan sehari-hari membengkak. Suamiku sebelumnya bekerja sebagai penjaga konter hp, tapi sekarang penghasilannya terhenti, karena Ia tidak bisa mencari nafkah demi mengurusku.Selama ini biaya sehari-hari dan pengobatanku lebih banyak mengandalkan bantuan dari saudara, bahkan pemilik toko tempat suamiku bekerja. Sekarang aku bingung, harus meminjam uang kemana lagi.Saat ini aku membutuhkan biaya untuk ongkos ke ke rumah sakit, pampers, makanan bergizi dan kebutuhan lainnya untuk terus melanjutkan perjuangan ini.#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Ibu Evi tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Ibu Evi!
Dana terkumpul
Rp 3.270.000
10 hari lagi
Dari Rp 2.320.000
Donasi