Kategori Campaign
Panggilan Mendesak
Anak
Ajaib! Meski Alami Berbagai Kerusakan Otak, Shadiahana Patahkan Diagnosa Dokter
“Anakku mengalami meningitis, yaitu ada peradangan selaput otak di area pelipisnya hingga Ia menglami gangguan memori. Penyakit ini menimbulkan komplikasi pada lain, seperti cerebral palsy (lumpuh otak), epilepsi (gangguan saraf), mikrosefali (ukuran otak lebih kecil), sklerosis hipokampus (pengerasan jaringan otak), pneumonia dan Tb Paru.”“Setiap kejang, kepalanya terasa begitu sakit hingga Ia menjadi linglung. Ia belum bicara, jadi satu-satunya cara ia mengekspresikan rasa sakitnya adalah dengan memukul kepalanya sendiri, bahkan menjedotkannya ke lantai. Tuhan, aku frustasi sekali, seandainya bisa, biarlah aku saja yang menanggung sakit itu…” -Cecilia Kencana, Orang tua Shadiahana-Dokter mengatakan bahwa anakku, Shadiahana (1 thn), akan menjadi pasien seumur hidupnya. Perkataan dokter itu bagai menamparku bertubi-tubi. Tapi aku tahu,aku tidak boleh menyerah, karena kalau aku lemah, siapa lagi yang akan menjadi kekuatan bagi anakku?Pada usia 8 bulan tepatnya, awal mula Hana mengalami kejang hingga bibirnya mencong ke kiri, matanya mendelik ke kiri atas, dan seluruh tubuhnya kaku. Dua puluh hari lamanya anakku berjuang melewati masa kritis, dengan kondisi anemia akut dan masalah pencernaan.Sejak itu, kondisi anakku sering kejang tak terkendali, obat-obatan bahkan tak lagi meredakannya. Ia harus dibantu alat oksigen setiap kali sesak, dan minum pun hanya bisa melalui selang NGT. Setiap kali melihatnya berjuang seperti itu, rasanya dadaku sesak. Tak usah ditanya, tentu saja mentalku pernah jatuh. Apalagi ketika dokter bilang anakku tidak bisa jalan seumur hidup dan akan menjadi bayi selamanya. Saat itu, aku hanya bisa bersujud dan berdoa, memohon kepada Tuhan agar memberi kesembuhan bagi anakku.Keajaiban datang, suatu hari anakku tiba-tiba bisa berdiri dan berjalan ke arahku! Langkahnya mungkin goyah, tapi bagiku itu adalah bukti nyata bahwa Tuhan masih menulis cerita indah untuknya. Aku merinding, anakku sangat gigih untuk kesembuhannya. Namun perjuangan kami belum berakhir. Setiap kali penyakitnya kambuh, rasa takut kembali menyelimuti rumah kami. Bahkan, suamiku tak berani meninggalkan Hana ketika tidur, sehingga tiap hari kami bergantian menjaga. Selain itu, kami juga sangat khawatir dengan biaya pengobatannya. Suamiku bekerja sebagai operator mesin bordir komputer dan di beberapa tempat lainnya untuk memenuhi kebutuhan medis anak kami. Ia bekerja dari jam 7 pagi hingga jam 11 malam. Itu pun penghasilannya sering kurang, hingga aku harus pinjam uang lagi.Segala upaya aku lakukan, meski harus tidak makan dengan layak hingga mencicil pengobatan ke rumah sakit. Anakku masih membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, obat dan alat medis yang tidak dicover BPJS, dan kebutuhan lainnya. #TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Shadiahana tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Shadiahana!
Dana terkumpul
Rp 2.680.006
5 hari lagi
Dari Rp 23.987.000
Donasi
Anak
Terkendala Biaya, Anakku Harus Operasi Jantung Segera.
Kami sangat terguncang dengan kondisi anak kami yang masih kecil ini, namun sudah harus melewati ujian yang begitu berat. Irham (2th) anakku terlahir dengan kondisi normal dengan berat badan 2, 7 kg. Namun sayangnya, kondisinya mulai nggak stabil saat usianya 8 bulan. Anakku batuk pilek yang nggak sembuh-sembuh, padahal sudah ke puskesmas sebanyak 3 kali. Berat badannya juga stuck di 5,9 kg. Akhirnya anakku dirujuk ke RS Qolbu Insan Mulia untuk menjalani serangkaian pemeriksaan, salah satunya USG jantung. Hasilnya, dokter mendiagnosa anakku dengan congenital malformation of heart, unspecified (jantung bawaan) yang kompleks. Lebih terpukulnya lagi, dokter bilang satu-satunya yang bisa menyembuhkan anakku ya harus dioperasi. Itupun nggak bisa di tempat kami tinggal, tapi di Jakarta. Oleh karena itu anakku dirujuk ke Pusat Jantung Nasional Harapan Kita. Kata dokter, operasi untuk menyembuhkan jantung anakku cukup berisiko tinggi. Operasi yang dibutuhkan nggak cukup sekali. Dan sekarang anakku sudah melakukan 2 kali kateterisasi sebelum tindakan operasi pertamanya.Inginnya bisa mendukung semua kebutuhan anakku tanpa kendala, tapi nyatanya kami belum mampu, sebab hanya mengandalkan penghasilan ayahnya sebagai buruh kuli bangunan. Lalu, bagaimana bisa mendapatkan biaya pengobatan? Sementara kami hanya keluarga kecil yang tinggal di Jono Besani, Blado, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. TemanBaik, kami membutuhkan dukungan kalian untuk bisa membeli obat yang nggak ditanggung BPJS, susu medis yang sesuai diresepkan dokter. Untuk TemanBaik yang mau membantu anakku, bisa menyalurkannya dengan cara klik Donasi Sekarang di bawah ini ya!
Dana terkumpul
Rp 46.771.028
4 hari lagi
Dari Rp 81.871.000
Donasi
Anak
Bantu Asyieqa agar Bisa Mendengar
Namanya Khairuna Asyieqa atau yang akrab dipanggil Asyieqa. Usianya baru 5 tahun. Ia merupakan anak yang terlahir dengan kondisi istimewa, begitulah sang ibu menceritakannya.Siapapun yang pertama kali melihat gadis kecil yang ceria ini tak akan menyangka kalau ia mengalami gangguan syaraf pendengaran dengan kategori tuli sangat berat untuk kedua telinganya.Di usia 2 tahun lah Asyieqa mulai diketahui menderita gangguan pendengaran setelah menjalani tes di RS Ulin Banjarmasin. Diagnosis dokter tentunya membuat hati orang tua Asyieqa hancur dan sedih.Dokter menyarankan pemasangan implan koklea untuk Asyieqa, namun biayanya sungguh fantastis yang membuat orang tua tak menyanggupinya. Selama ini, mereka hanya mampu memberikan alat bantu dengan kualitas standar yang itupun belum bisa mengcover kebutuhan pendengarannya.Akibatnya, sampai sekarang Asyieqa masih belum bisa respons kalau dipanggil atau bicara. Kondisinya tentu sangat memprihatinkan, karena apabila tidak ditindak lanjut akan menghambat pertumbuhannya dan cara bersosialisasi Asyieqa dengan lingkungannya.TemanBaik, perjalanan Asyieqa masih panjang. Ia masih harus sekolah, namun kondisi pendengarannya bisa menghambat prosesnya nanti. Maukah TemanBaik membantu?Sedikit bantuanmu bisa membantu Asyieqa menjalani pemasangan implan koklea. TemanBaik yang ingin membantu dapat menyalurkan bantuan dengan cara klik Donasi Sekarang
Dana terkumpul
Rp 10.966.202
15 hari lagi
Dari Rp 19.930.000
Donasi